Sukses Pasarkan Karya Warga Binaan, Kemen Imipas Buka Stan Usaha di CFD Jakarta
Jakarta, MZK News – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus memperkuat program kemandirian berbasis usaha produktif bagi para Warga Binaan. Salah satu bukti kesuksesannya ditunjukkan oleh Jamaludin, Klien Pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jakarta Timur-Utara, yang kini sukses merintis dunia wirausaha.
Mantan warga binaan ini berhasil mengembangkan bisnis olahan makanan terstruktur hingga memiliki 50 outlet cabang berlabel Chicken Jepun di wilayah Jabodetabek. Keberhasilan ekspansi pasar ini tidak lepas dari pola pendampingan yang intensif dan berkelanjutan dari pihak kementerian terkait.
Guna memperluas jangkauan pasar, Kemenimipas mengambil langkah strategis dengan memfasilitasi stan promosi khusus di area publik. Produk hasil karya warga binaan tersebut dipajang berdampingan dengan layanan paspor pada event Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi, Eko Budianto, menegaskan bahwa jajaran imigrasi berkomitmen penuh mendukung hilirisasi produk pemasyarakatan. Sinergi internal satu kementerian ini diharapkan mampu mendongkrak nilai ekonomi karya para narapidana.
“Karena kita Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, selain paspor itu ada display produk-produk dari Pemasyarakatan, dari Bapas Jakarta Timur-Utara. Harapannya pendekatan kita terhadap masyarakat berdampak pada kualitas layanan kami dan kepercayaan masyarakat,” ujar Eko Budianto di lokasi.
Dalam gelaran CFD Sudirman tersebut, gerai Chicken Jepun milik Jamaludin ramai dikunjungi oleh para pelari dan pesepeda. Jamaludin mengakui bahwa seluruh modal keterampilan teknis yang ia gunakan saat ini didapatkan gratis saat mendekam di dalam lembaga pemasyarakatan.
Ia menceritakan masa-masa sulitnya yang sempat kebingungan mencari sumber penghasilan utama setelah resmi menghirup udara bebas. Namun, berbekal ingatan terhadap pelatihan tata boga yang pernah ia ikuti, Jamaludin mulai memberanikan diri melakukan eksperimen dapur.
“Saat saya baru pulang menjalani pidana itu bingung, mau usaha apa. Baru setelah 3 bulan, uang sudah nggak ada, dapat ilmu yang di dalam itu. Akhirnya kita coba untuk eksperimen ilmu nugget di Lapas Sentul dan alhamdulillah jadilah produk Chicken Jepun ini,” tutur Jamaludin.
Kini bisnis kuliner tersebut berkembang pesat dan berhasil membuka lapangan pekerjaan baru bagi 13 orang tenaga kerja lokal. Jamaludin juga memproyeksikan akan menambah 10 orang karyawan baru pada bulan depan seiring meningkatnya permintaan pasar.
Lebih membanggakan lagi, produk Chicken Jepun besutan mantan warga binaan ini telah lolos kurasi ketat untuk menjadi mitra rantai pasok. Usaha mikro ini resmi ditunjuk menjadi penyuplai bahan baku protein untuk 7 dapur program Makan Bergizi Gratis pemerintah.
Melalui integrasi program pembinaan hulu dan fasilitasi pemasaran hilir, Kemenimipas membuktikan komitmennya dalam menaikkan kelas kehidupan sosial warga binaan. Intervensi ekonomi ini dinilai efektif dalam menekan angka residivisme atau pengulangan tindak pidana di masyarakat.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemen Imipas

