DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Temukan Ruang Bersalin Berdebu Saat Sidak, Walikota Alfin Amuk Pegawai Puskesmas Tanah Kampung

Sungai Penuh, MZK News – Penegakan disiplin aparatur sipil negara dan pengawasan kualitas fasilitas pelayanan publik harian terus diperketat oleh jajaran pimpinan daerah. Langkah tegas ini diambil guna memastikan masyarakat mendapatkan hak pelayanan medis yang higienis, aman, dan manusiawi.

Pemerintah Kota Sungai Penuh merealisasikan komitmen tersebut melalui pemantauan langsung ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Walikota Sungai Penuh, Alfin, didampingi jajaran draf otoritas kecamatan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Tanah Kampung, Senin (22/6/2026).

Namun, jalannya pemantauan harian tersebut mendadak berubah menjadi draf ketegangan saat orang nomor satu di Kota Sungai Penuh itu memasuki area dalam gedung. Walikota Alfin meradang setelah mendapati kondisi sejumlah ruangan kerja dan pelayanan pasien yang kumuh serta tidak terawat.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, draf standar operasional prosedur (SOP) kebersihan puskesmas dinilai draf diabaikan secara total oleh pihak manajemen. Sorotan tajam mengarah pada temuan tumpukan sampah domestik, putung rokok yang berserakan, hingga draf penataan gudang logistik yang amburadul.

“Ini Puskesmas yang saya lihat pertama kali kayak gini, gimana masyarakat mau sehat kalau puskesmasnya seperti ini. Sampah dan putung rokok di sini serta gudang yang tidak tertata dalam ruangan,” ujar Walikota Alfin dengan nada kecewa dan meradang.

Kemarahan Walikota semakin memuncak ketika dirinya melangkah masuk ke dalam zonasi ruang tindakan medis sensitif. Di area perawatan intensif tersebut, ia mendapati draf kasur ruang bersalin dan inkubator tempat perawatan bayi yang tertutup debu tebal.

Kondisi draf sanitasi yang buruk ini dinilai sangat berbahaya karena mengancam keselamatan jiwa ibu dan bayi dari risiko infeksi bakteri harian. Walikota langsung menegur keras Kepala Puskesmas beserta draf jajaran staf medis yang berjaga di lokasi karena dinilai lalai.

“Siapa yang mau lahiran di sini tempat kotor berdebu, dan bayi siapa yang mau diletakkan di sini kotor seperti ini,” cetus Alfin secara tegas di hadapan para petugas medis.

Alfin menginstruksikan agar seluruh draf barang inventaris yang sudah rusak dan tidak terpakai segera didata untuk dimusnahkan melalui koordinasi dengan Bagian Aset Pemkot. Ia juga memberikan batas waktu ketat bahwa seluruh area pelayanan harian puskesmas sudah harus bersih dan tertata rapi esok hari.

Selain masalah draf kebersihan gedung, Walikota juga menyoroti draf rendahnya disiplin kerja para pegawai yang kedapatan hanya menggunakan sandal santai saat jam dinas operasional. Evaluasi total sistem manajemen pelayanan kesehatan dipastikan akan draf bergulir dalam waktu dekat.

“Ada beberapa hal saya soroti tadi karena Puskesmas tidak bersih serta pegawai yang memakai sandal. Saya tadi sudah menegur semua staf yang ada, kami berkomitmen dalam membenahi sistem kesehatan yang lebih responsif dan manusiawi,” pungkas Walikota Alfin.

Hingga draf laporan ini diturunkan ke redaksi, pihak manajemen Puskesmas Tanah Kampung terpantau masih bungkam. Belum ada draf pernyataan ataupun klarifikasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak puskesmas terkait draf hasil sidak berujung teguran keras tersebut.

Reporter: Regi Idarto
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *