DaerahNewsRegionalTOP STORIES

Jalan Rusak di Merangin: Perjuangan Siswa SMPN 32 Sekolah Tanpa Sepatu

Merangin, MZK News – Kondisi jalan rusak dan berlumpur di Desa Muara Jernih, Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin, Jambi, kian memprihatinkan. Akibatnya, para siswa SMP Negeri 32 Merangin terpaksa berangkat ke sekolah tanpa alas kaki pada Minggu (3/5/2026).

Saat musim hujan tiba, akses utama menuju sekolah tersebut berubah menjadi becek dan sangat licin. Jalan tanah yang dilalui setiap hari ini kerap dipenuhi lumpur tebal sehingga sulit dilintasi dan membahayakan keselamatan para siswa.

Sejumlah siswa sengaja memilih tidak menggunakan sepatu agar alas kaki mereka tidak rusak atau kotor tertutup lumpur pekat. Meski begitu, tanpa sepatu pun perjalanan tetap menyulitkan karena jalanan yang sangat tidak stabil.

Tak jarang, para siswa tergelincir dan terjatuh saat mencoba melewati jalur tersebut. Kejadian ini sering kali membuat pakaian seragam mereka menjadi kotor sebelum sampai di ruang kelas.

Salah seorang siswa, Rifkon, mengakui beratnya perjalanan yang harus mereka tempuh setiap hari, terutama saat hujan turun deras. Ia dan rekan-rekannya merasa sangat terbebani dengan kondisi infrastruktur yang buruk tersebut.

“Kondisi jalan yang licin membuat perjalanan ke sekolah menjadi berat,” ujar Rifkon mengeluhkan situasi tersebut.

Sahra dan rekan-rekannya juga menyuarakan harapan yang sama agar pemerintah segera melakukan perbaikan. Mereka mendambakan akses jalan yang layak agar dapat bersekolah dengan aman dan nyaman.

Pihak sekolah turut menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas hambatan fisik ini. Paimin, selaku Wakil Kepala SMP Negeri 32 Merangin, mengaku telah berkali-kali melaporkan masalah ini ke pemerintah daerah.

“Pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum ada tindak lanjut,” ungkap Paimin. Ia menegaskan bahwa jalan ini adalah satu-satunya akses vital bagi siswa dan warga sekitar.

Senada dengan pihak sekolah, wali murid bernama Kasdi mendesak Pemerintah Kabupaten Merangin untuk segera bertindak. Ia juga meminta perhatian pemerintah pusat agar keselamatan anak-anak sekolah menjadi prioritas utama.

Hingga saat ini, warga dan pihak sekolah hanya bisa berharap agar infrastruktur yang memprihatinkan ini segera diperbaiki. Mereka ingin aktivitas belajar mengajar tidak lagi terganggu oleh masalah akses jalan yang rusak.

Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *