DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

DPRD Batang Sahkan Sister City dengan Kota Zhijiang China, Fokus Investasi Hijau

Batang, MZK News – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyepakati kerja sama Sister City dengan Kota Zhijiang, Provinsi Hubei, China. Kesepakatan strategis ini disahkan dalam rapat paripurna guna membuka keran investasi dan memperluas jejaring internasional.

Kerja sama ini diproyeksikan membawa dampak nyata bagi pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja di Batang. Selain ekonomi, kedua daerah juga akan berkolaborasi dalam sektor pertukaran budaya serta pendidikan.

Ketua Komisi I DPRD Batang, Kukuh Fajar Rhomadhon, menjelaskan bahwa fokus utama kemitraan ini adalah pengembangan industri ramah lingkungan. Salah satu proyek mercusuar yang disiapkan adalah pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

“DPRD menilai kerja sama ini selaras dengan penguatan hubungan bilateral Indonesia–China yang kian erat melalui program Two Countries Twin Parks,” ujar Kukuh saat ditemui di gedung DPRD Batang, Selasa (28/4/2026).

Dampak investasi dari hubungan ini mulai terlihat dengan masuknya PT Ace Medical Products Indonesia. Perusahaan tersebut menanamkan modal hingga Rp1,7 triliun dan diprediksi menyerap sekitar 3.500 tenaga kerja lokal mulai April 2026.

Meski menyambut baik, DPRD Batang memberikan catatan tegas mengenai penyerapan tenaga kerja. Kukuh menekankan bahwa porsi pekerja lokal harus mendominasi di angka 70 hingga 90 persen dari total kebutuhan industri.

“Tenaga kerja asing dibatasi hanya untuk posisi tertentu dengan kewajiban melakukan transfer keahlian kepada pekerja lokal,” jelas Kukuh menambahkan poin regulasi kerja sama tersebut.

Dari sisi pemerintah daerah, Wakil Bupati Batang Suyono menilai konsep kota kembar ini sebagai penggabungan kekuatan ekonomi dan budaya. Ia optimis kolaborasi ini akan menghasilkan kemajuan konkret bagi kedua belah pihak.

“Budaya dua negara yang berbeda ini nanti akan disatukan menjadi kekuatan ekonomi untuk kemajuan masing-masing daerah,” ungkap Suyono penuh optimisme.

Terkait kuota tenaga kerja, Suyono memastikan pemerintah akan tetap mengacu pada peraturan daerah (Perda) yang berlaku. Ia yakin bahwa sumber daya manusia di Kabupaten Batang sangat mencukupi untuk memenuhi target serapan 70 persen pekerja lokal.

“Menurut saya sangat mencukupi, karena angka 70 persen itu memang dialokasikan khusus untuk warga Batang,” pungkasnya.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Pemkab Jateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds

Enable Notifications OK No thanks