DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Juara Desain Busana Tenun Troso 2026: Kecamatan Kalinyamatan Raih Podium Utama

Jepara, MZK News – Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Kalinyamatan sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara I Lomba Desain Busana Tenun Troso tingkat kabupaten. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Gedung Shima, Kompleks Setda Jepara, Selasa (28/4/2026).

Kemenangan ini diraih berkat karya desainer Soffiyun Niswah yang mengusung konsep bertajuk “Rengganis”. Konsep ini secara filosofis menggambarkan karakter perempuan yang memiliki kelembutan namun tetap tangguh dalam menghadapi tantangan.

Model busana, Sofiyatun Nada (22), tampil memukau dengan balutan tenun yang memadukan unsur tradisional dan gaya kontemporer. Desain tersebut merupakan modifikasi dari kebaya janggan agar terlihat lebih etnik sekaligus modern.

“Rengganis itu perempuan yang tetap kuat meski menghadapi berbagai cobaan. Kebaya janggan kami olah agar etniknya tetap ada, tetapi tetap terlihat modern,” ujar sang desainer, Soffi.

Melalui karya ini, Soffi ingin menyampaikan pesan mendalam tentang semangat perempuan untuk terus berkarya. Menurutnya, perempuan masa kini harus berani melangkah tanpa batas namun tetap mempertahankan keanggunan sebagai identitas.

“Perempuan harus terus melangkah dan berkarya tanpa batas, tetapi tetap anggun,” imbuhnya menekankan visi dari busana pemenang tersebut.

Lomba bertema Javanica Opulence ini diikuti oleh 16 TP PKK kecamatan se-Kabupaten Jepara. Adapun posisi Juara II diraih oleh Kecamatan Pecangaan, disusul Kecamatan Jepara di posisi Juara III.

Salah satu dewan juri, Dyah Prabawati Rahayu, mengapresiasi kreativitas para peserta yang tampil merata dan berkualitas. Ia menilai setiap kecamatan mampu menghadirkan ciri khas yang menonjol melalui konsep desain masing-masing.

“Saya sungguh takjub. Karya dari kecamatan-kecamatan ini rata-rata bagus semua. Dari ajang seperti ini, tenun Troso bisa naik ke tingkat nasional, bahkan internasional,” ungkap Dyah penuh kekaguman.

Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, sebelumnya menegaskan bahwa tenun Troso adalah identitas daerah yang tak ternilai. Ia mendorong wastra lokal ini menjadi penggerak ekonomi kreatif berbasis perempuan.

“Setiap helai tenun Troso mencerminkan kerja pengrajin dan tradisi yang harus terus hidup,” tegas Laila. Melalui ajang ini, pemerintah berharap tenun Troso mampu menembus pasar global dan membawa produk lokal Jepara naik kelas.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Pemkab Jepara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds