Tingkatkan Pembelajaran Berbasis ISTEM, Pesantren Kauman Kembali Gelar Pelatihan

Foto: Kegiatan Pelatihan pembelajaran berbasis ISTEM di Ponpes Kauman Padang Panjang (Foto: IST)

Padang Panjang, MZK News – Setelah berjalan satu semester, pembelajaran berbasis ISTEM di Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang sudah mulai menampakkan hasil. Hal ini terlihat dari beberapa proyek yang diciptakan oleh santri pondok pesantren yang telah berhasil meraih prestasi Internasional.

Hal ini disampaikan oleh Mudir Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, M.A., saat memberikan kata sambutan pada kegiatan pelatihan pembelajaran ISTEM yang digelar di Aula Buya HAMKA.

“Kita telah berhasil membawa proyek santri sampai tingkat Internasional, bahkan proyek santri kita The Glass Jelly meraih peringkat tiga Internasional. Tapi itu belum cukup, karena masih banyak pekerjaan kita agar cita-cita persyarikatan dalam melahirkan generasi CERDAS berkemajuan semakin nyata,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa pelatihan kali ini bertujuan untuk memperdalam serta memperkaya wawasan dan pengetahuan tenaga pendidik dan kependidikan yang terlibat langsung mewujudkan Pondok Pesantren sebagai Pusat Keunggulan Tamaddun Islam.

“Kita telah melewati tahapan demi tahapan pada semester ganjil, perlu ada peningkatan di semester genap ini untuk lebih memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan generasi CERDAS berkemajuan,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa pentingnya pembelajaran berbasis STEM ini karena metode ini mampu mempersiapkan santri menjadi sosok warga negara yang memiliki daya saing global. Karena sebutnya, pendekatan ini sarat dengan proses belajar yang tidak saja melatih keterampilan abad 21 tetapi juga mendorong santri untuk menjadi seorang problem solver. Oleh karena itu, Pondok Pesantren akan terus menciptakan terobosan secara aktif serta memfasilitasi peningkatan kompetensi guru agar dapat melaksanakan pembelajaran berbasis STEM yang terintegrasi dalam implementasi Kurikulum.

Dihadiri tenaga pendidik disiplin ilmu pengetahuan umum, kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 2-4 Januari 2023 ini, melibatkan Kepala Pusat MBKM LP3M Universitas Negri Padang (UNP) Dr. Muhammad Adri, M.T. , Menurut Dr. Adri saat ini Pondok Pesantren Kauman sudah melewati fase paling sulit dalam menciptakan pembelajaran ISTEM. Fase paling sulit menurutnya adalah fase memulai.

“Pesantren Kauman sudah melewati fase paling sulit dalam penerapan pembelajaran yaitunya fase memulai. Saat ini tinggal fase membiasakan dan meningkatkan. Sehingga ISTEM menjadi sebuah kebiasaan bagi seluruh Civitas Akademika,” jelasnya.

Dijelaskannya bahwa penerapan model STEM atau ISTEM di Pondok Pesantren merupakan pendekatan pembelajaran interdisiplin yang mengintegrasikan aspek science, technology, engineering, dan mathematics.

Menurut Dosen Analisis Perancangan Perangkat Lunak UNP ini, pada pendekatan STEM, kegiatan pembelajaran dirancang untuk melatih integrasi pola pikir dan keterampilan seorang saintis dengan seorang engineer (perekayasa). Santri didorong untuk menghubungkan pengetahuan akademik dan keterampilan yang dimilikinya dalam empat aspek.

“Integrasi keempat aspek tersebut dalam satu pengalaman belajar membuat pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh santri menjadi bermakna, tidak berhenti pada pengetahuan teoritis semata. Santri memahami bahwa konsep yang dipelajarinya dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam konteks dunia nyata,” bebernya.

Pendekatan STEM menurutnya mampu membangun kemampuan soft skills dan karakter santri menjadi sosok yang inovatif, solutif, dan kolaboratif. Santri dilatih untuk mengembangkan daya nalar, pemikiran kritis, serta logika berpikir yang sistematis dalam memecahkan masalah. Kemampuan ini diharapkankan terus melekat pada diri santri sehingga tumbuh menjadi warga negara yang reflektif dan mampu berkontribusi dalam memberikan solusi atas permasalahan di berbagai bidang.

Sementara di hari yang sama, bagi tenaga pendidik disiplin ilmu PAI dan Bahasa Arab dilaksanakan peningkatan mutu pembelajaran Khutubutturats. Kegiatan yang berlangsung di ruang majelis guru ini menampilkan metode pembelajaran berbasis kitab sebagai identitas sebuah pondok pesantren.

Reporter: JE Darwisi

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *