Pelatih Taloko Bhayangkara FC: Wasit Utama dan Wasit Pembantu Diduga Curang

Foto: Saat suasana ricuh akibat tindakan wasit dinilai curang (Foto: IST)

Bima, MZK News – Laga perebutan delapan besar mempertemukan Taloko Bhayangkara FC berhadapan PS Woha pada Liga ASKAB PSSI Kabupaten Bima pada wilayah Zona Barat yang dipusatkan di lapangan hijau Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat berujung ricuh, Jumat, 12 Agustus 2022 sore.

Kericuhan terjadi dipicu adanya tindakan oknum wasit yang memimpin pertandingan kedua tim tersebut yang dinilai oleh Manager dan suporter Bhayangkara tidak profesional. Setelah Bhayangkara berhasil membobolkan gawang PS Woha 1-0 melalui tendangan keras kaki kiri yang dilepaskan striker beberapa menit pertandingan berlangsung.

Mulai itulah oknum wasit bertindak tidak profesional. Padahal, seorang wasit mesti mampu menunjukan sikap dan tindakan yang profesional dan tidak kontraproduktif dengan regulasi yang menjadi payung hukumnya.

“Ya, hemat kami bahwa wasit tentu tertata, terlatih, dan terasah sebelumnya, sehingga dalam setiap tindakan tepat dan akurat. Namun, oknum wasit yang kita saksikan tadi justru berbanding terbalik, sehingga tindakannya tidak sesuai ekspektasi bersama,” ujarnya.

Bayangkan saja, akibat tindakan oknum wasit, psikologi anak-anak Bhayangkara mulai terpengaruh, sehingga pola serta strategi permainan yang sebelumnya mencuri perhatian ratusan penonton sekeliling lapangan pun mulai kocar-kacir hingga PS Woha mengembalikan kedudukan 3-1.

Lebih menonjol lagi, pluit panjang pertanda golnya PS Woha untuk menyusul kedudukan 2-3 telah dikeluarkan, ko dianulir kembali dengan keputusan terperangkap offside, juga kuat diduga terjadinya perubahan keputusan oknum wasit itu mengikuti tindakan wasit pembantu setelah keputusan oknum wasit pertama itu.

“Itukan lucu sekali dan tidak pernah terjadi selama laga selama ini, yang patut diduga juga keputusan oknum wasit itu berubah adanya intervensi Pelatih PS Woha, yang dikenal anggota tim seleksi Persebi pemain U 23 beberapa pekan lalu dan sangat disayangkan,” jelasnya.

Dia berharap kepada pihak yang terkait untuk memberi sanksi terhadap oknum wasit dan wasit pembantu dalam pertandingan Taloko Bhayangkara FC vs PS Woha.

“Ke depannya, panitia harus mengevaluasi kembali oknum wasit-wasit yang dianggap tidak proporsional seperti oknum wasit yang membuat kekecewaan kami hari ini, kendati pun Taloko Bhayangkara berhasil masuk 16 besar,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak panitia menanggapinya. Dia menyebut, memang yang menjadi hakim dalam megambil keputusan selama pertandingan berlangsung adalah wasit utama.

Wasit utama adalah seorang yang memiliki kewenangan mutlak dalam mengatur hingga mengambil keputusan, entah pelanggaran pun lainnya antara kedua tim yang dipimpinnya.

“Jadi, wasit pembantu dapat menentukan pihak mana yang diuntungkan jika sebelum adanya keputusan wasit utama. Wasit pembantu tidak boleh menganulir keputusan wasit utama,” ungkapnya.

Dia berharap untuk ke depan, wasit yang hendak memimpin jalannya pertandingan kedua tim agar lebih teliti dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Kami harapkan juga agar wasit tidak hanya mengedukasi para pemain untuk bermain sportifitas. Namun, juga wasit, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” tandasnya.

Oknum wasit belum dilakukan konfirmasi dan masih membutuhkan informasi.

Reporter: Muhtar Habe

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.