Bripka Sibli: Pemanggilan Kaban BPKAD Morotai Sudah Dilakukan Dua Kali

Foto: Kasi Humas Bripka Sibli Siruang, saat di ruang kerjanya (Foto: IST)

Morotai, MZK News – Kaban BPAKD Pulau Morotai, Suriani Antarani dua kali abaikan surat panggilan dari Satreskrim Polres Pulau Morotai, Maluku Utara terkait dengan dugaan manipulasi data anggaran Covid-19 tahun 2021.

Kasatreskrim Polres Pulau Morotai, IPDA Andy Kurniawan, melalui Kasi Humas Bripka Sibli Siruang, mengaku soal pemanggilan terhadap Ibu Kaban BPKAD Morotai itu sudah dilakukan dua kali. Hanya saja tidak hadir berturut-turut.

“Sudah beberapa kali ngirim surat selama dua kali secara resmi, tapi dari pihak disana Kadis Keuangan tidak memberitahu sama sekali,” kata Sibli di ruang kerjanya, Rabu (10/8).

Anehnya, pemanggilan yang terakhir menggunakan pasal pun tidak mengindahkan dan tidak datang. Atau terkesan cuek.

“Dia (Kaban BPKAD) cuek, karena masih dalam lidik kita juga tidak bisa memaksakan,” akunya.

Terkait masalah ini, lanjut Sibli, masih tahap penyelidikan, dan apa yang disampaikan Kasatreskrim itu. Bahwa penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pulau Morotai sudah dua kali memanggil Kadis Keuangan untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan data anggrana Covid-19 itu.

“Jadi, penyidik tidak akan berhenti tetap berupya memanggil kembali kepada yang bersangkutan, nanti kita lihat langka-langka selanjutnya,” tegasnya.

“Pengambilan ketiga nanti akan secepatnya kami lakukan,” sambungnya.

Ditanya, jika upaya langka pemanggilan ketiga tidak diindahkan oleh Kaban BPKAD, ia mengatakan kita mengikuti perkembangan.

“Tapi tetap masalah ini ditindaklanjuti terus. Apabila yang bersangkutan tidak akan datang, maka penyidik melakukan investigasi dan upaya-upaya masalah ini,” cetusnya.

Apa pun yang terjadi, kata Sibli, hal ini harus ditindaklanjuti, karena ini menyangkut anggaran Insentif atau dana Tim Medis Covid-19.

“Jadi ini harus ditindaklanjuti, karena sampai sekarang anggaran tidak diketahui Tim Medis itu, “terangnya.

Selain itu, Sibli juga menyampaikan bahwa data dari pihak Dinas Kesehatan sudah diberikan ke Satreskrim Polres Morotai. Tetapi soal anggaran harus ke Kadis Keungan.

“Kemudian dari Dinas Kesehatan kemarin sudah mengirim data, terus anggarannya harus kita cek dari Kadis Keuangannya. Sehingga penyidik panggil Kadis Keuangan melakukan klarifikasi,” umbuh Sibli.

Kaban BPKAD Pulau Morotai, Duriani Antarani, yang dikonfiramsi terpisah, tidak terhubung hingga berita ditayangkan.

Reporter: Oje

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.