Panitia Khusus Pendidikan DPRD Provinsi DKI Jakarta Adakan Seminar Pendidikan

Foto: Kegiatan seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh Panitia Khusus Pendidikan DPRD DKI Jakarta (Foto: IST)

Jakarta, MZK News – Panitia Khusus Pendidikan DPRD Provinsi DKI Jakarta kembali mengadakan seminar pendidikan yang dilaksanakan di ruang rapat Badan Musyawarah, gedung baru DPRD Provinsi DKI Jakarta lantai 3 pada Selasa (19/07) pukul 10.00 WIB pagi.

“Seminar ini kami selenggarakan sebagai progress penyelenggaraan pendidikan di lingkungan DKI Jakarta. Serta upaya peningkatan kualitas pendidikan DKI Jakarta dibanding dengan kualitas pendidikan daerah lainnya di Indonesia,” ungkap Merry Hotma, S.H., Ketua Pansus Pendidikan DPRD DKI Jakarta.

Mengusung tema Gambaran dan Prospek Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, seminar ini menghadirkan pimpinan dan anggota Pansus Pendidikan DPRD Provinsi DKI Jakarta seperti, Drs. H. Achmad Nawawi, S.H., M.Si., Wa Ode Herlina, S.I.Kom., Yudha Permana, dan 23 anggota dewan lainnya. Undangan lainnya adalah kepala–kepala bidang di kegubenuran DKI Jakarta dan beberapa stakeholder sekolah dan Pendidikan. Seperti, Forum Guru Pendidikan Kristen Indonesia (FORGUPAKI), Satu Asa Peduli Bangsa, Jaringan Islam Terpadu, Badan Sekolah Swasta, dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) DKI Jakarta, serta forum kependidikan lainnya.

“Ada tantangan terbesar saat ini yang dihadapi oleh pendidikan DKI Jakarta antara lain, data dari tenaga pendidikan pada tahun ajaran 2019 terdapat besaran guru yang pensiun sangat besar dibandingkan lainnya terotomatis akan diikuti oleh anggaran yang tidak sedikit,” jelas Drs. H. Achmad Nawawi, S.H., M.Si. Wakil Ketua Pansus Pendidikan DKI Jakarta.

Usai pemaparan tentang gambaran dan prospek Pendidikan Provinsi DKI Jakarta masing–masing undangan yang hadir menyampaikan aspirasi yang kemudian akan dijadikan sebagai masukan yang melahirkan keputusan–keputusan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan anggaran yang ditetapkan oleh pansus Pendidikan DKI Jakarta, yaitu anggota dewan.

“Yang perlu diapresiasi adalah guru. Karena sumber daya manusia yang tidak baik, tidak akan melahirkan generasi muda yang baik. Itu hal pertama dimana guru–guru yang sakit dan berkekurangan, katanya lagi, tidak akan melahirkan generasi yang kuat,” ujar Abraham Pelokila, ketua umum Forgupaki dalam menyuarakan aspirasi guru–guru PAK di DKI Jakarta.

Dalam penyampaian aspirasinya, Abraham justru mendorong agar guru–guru di (sekolah–sekolah) negeri didorong di kementerian Pendidikan. Karena di dua lembaga terjadi dua kebijakan yang berbeda–beda, akibatnya terjadi tarik menarik, karena beda kepentingan.

“Kondisi ini sangat menyulitkan kami (guru–guru PAK) karena, sdm–sdm di bawahnya itu memang berkomunikasi dengan sekolah negeri itu sulit tidak begitu bagus sehingga kendala–kendalanya itu banyak. Gajinya sedikit, terimanya per tiga bulan,”
Selain Fogupaki menyampaikan aspirasinya, ada juga dari forum komunikasi komite sekolah, Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Usia Dini Indonesia, dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) DKI Jakarta mendapat kesempatan yang sama di hadapan Pansus Pendidikan DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Reporter: Denny Zakhirsyah

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.