Begini Respon Kepsek Terkait Dua Siswa yang Tidak Bisa Ikut Ujian

Foto: Gedung Sekolah Dasar Negeri 01 Mojopanggung Banyuwangi (Foto: IST)

Banyuwangi, MZK News – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Mojopanggung, Banyuwangi angkat suara terkait dua siswa yang terancam tidak bisa mendapatkan nomor ujian lantaran belum bisa melunasi uang Paguyuban di kelasnya.

Kepala Sekolah SDN 1 Mojopanggung, Dra. Hariyanah, mengatakan, setelah dihubungi Kepala Dinas Pendidikan melalui Korwil, dirinya menyatakan hari senin seluruh murid ikut ujian.

“Saya nyatakan senin besok ikut ujian semua,” tegas Hariyanah yang sering di sapa Ana.

Saat disinggung soal tarikan uang Paguyuban, Ana menuturkan, tarikan itu semua atas dasar kesepakatan wali murid, sedangkan uang Paguyuban itu untuk perawatan sekolah dan sudah ketahui oleh Korwil.

“Ada iuran itu bukan kehendak saya sendiri, saya mengundang Paguyuban juga Ibu Korwil dan juga ada rapatnya wali murid,” pungkasnya.

Seperti berita sebelumnya, hasil informasi di lapangan, salah satu wali murid sebut saja Wahyu, mengatakan, dari pengakuan anaknya tidak bisa mengikuti ujian minggu depan pasalnya tidak diberikan nomor ujian.

“Belum dapat nomor ujian karena belum bayar Paguyuban,” kata Wahyu namanya enggan diberitakan, Sabtu (11/06/2022).

Dia menuturkan, kedua anaknya duduk di bangku sekolah tersebut, dia mengeluarkan uang sebulannya sebesar Rp650.000 untuk membayar Paguyuban.

“Totalnya semua Rp 650.000 keduanya (Red. anak),” jelasnya.

Sebelumnya, dirinya sudah menanyakan hal ini kepada pihak bendahara melalui pesan Whatsapps (WA), namun jawabannya masih mendapatkan solusi terbaik, bahkan bendahara memohon kepada wali murid untuk kewajibannya (Red. Biaya Paguyuban) diselesaikan.

Njenengan putranya apa sudah mendapatkan haknya d sini? Ngapunten. Klo sudah mendapatkan haknya, mohon kewajibannya d tunaikan.. πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»,” tulis pesan bendahara lewat WA kepada Wahyu.

Reporter: Mutiah

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.