Oknum LSM dan Pasutri Dipolisikan Diduga Cemarkan Nama Baik Pengacara Sudaali Waruwu

Foto: Bukti surat pernyataan dari seorang pengacara, Suda’ali Waruwu, S.H (Foto: IST)

Gunungsitoli, MZK News – Seorang oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) inisial YD dan pasangan suami istri (Pasutri) Ama/Ina Witnes Larosa warga Desa Binaka, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli dilaporkan ke Polres Nias, Rabu (1/6).

Suda’ali Waruwu, S.H., yang sehari-harinya berprofesi sebagai pengacara, mengaku terpaksa melaporkan YD dan Ama/Ina Witnes Larosa sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan Pelaporan (STPLP) Nomor : STPLP/220/VI/2022, atas dugaan melakukan pengancaman dan pencemaran nama baik melalui media sosial/pesan whatsapp yang di kirim oleh YD.

“Awalnya saya buat laporan ini dimana pada tanggal 31 Mei 2022 malam hari sekitar pukul 20.00 WIB ada pesan WhatsApp masuk ke handphone saya, yang dikirim oleh oknum LSM inisial YD alias Ama Sona Daeli,” ungkap Suda’ali Waruwu kepada awak media, di Mapolres Nias usai membuat laporan, Rabu (1/6).

“Pesan yang saya terima dalam bentuk screenshot percakapan dan foto satu lembar surat, seolah-olah YD telah melaporkan saya ke Polres Nias. Isi suratnya memohon kepada Kapolres Nias agar oknum pengacara Suda’ali Waruwu, S.H , segera diproses hukum terkait pemerasan kepada terlapor atas nama Ama/Ina Witnes Larosa. Saya dituduh telah melakukan pemerasan kepada terlapor atas nama Ama/Ina Witnes Larosa, makanya saya buat laporan balik hari ini,” sambungnya.

Suda’ali Waruwu, S.H., menjelaskan, kasus ini berawal pada tanggal 10 Mei 2022, seorang perempuan bernama Christin Helmiyanti Lase, dengan ditemani oleh satu orang Wartawan dan satu orang LSM datang ke kantornya di Jalan Pancasila Nomor 2 Gunungsitoli, meminta bantu kepada Suda’ali Waruwu, S.H., agar bersedia menjadi kuasa hukum Christin Helmiyanti Lase, atas kasus penganiayaan yang dialaminya dengan terduga pelaku Dimuhati Hia alias Ina Witnes.

“Sehingga pada saat itu kami membuat surat kuasa khusus dengan nomor Nomor : 016/SDW-PH/V/2022. Lalu setelah kasus itu berjalan di Polres Nias, pada tanggal 18 Mei 2022 terlapor Dimuhati Hia alias Ina Witnes bersama suaminya (Ama Witnes Larosa) mendatangi kantor saya, mereka meminta untuk berdamai,” jelasnya.

“Mereka menawarkan uang perdamaian Rp10 juta. Lalu pada malam harinya, suami terduga pelaku menelpon saya kembali menawarkan uang perdamaian Rp20 juta. Namun karena korban/pelapor telah memesan kepada saya, jika pelaku ingin berdamai harus membayar ganti rugi Rp 50 juta. Karena tidak ada titik temu, pelaku dan korban tidak jadi berdamai,” sambungnya.

Beberapa hari kemudian tepatnya pada tanggal 24 Mei 2022, Ama Sona Daely yang merupakan anggota salah satu LSM dan mengaku paman terduga pelaku (Ina Witnes) menghubungi Suda’ali Waruwu, S.H., melalui panggilan telepon selular meminta agar kedua belah pihak didamaikan, serta menawarkan uang damai 15 juta.

“Katanya pertemukan saya sama pelapor itu dan saya bagikan sama dia Roh Kudus lalu kita damaikan mereka cukup Rp15 juta saja. Lalu saya jawab, bagusnya biarlah terus berjalan proses hukum di Polres Nias,” pungkasnya.

“Pada kasus penganiayaan ini, saya kasihan dengan korban, sebab menurut pengakuannya, selain dipukul, dijambak dan dicakar oleh pelaku, Ina Witnes juga sempat mengapit kepala korban menggunakan kedua pahanya, lalu kedua paha korban dikangkangi kemudian menyuruh anaknya memvideokan selangkangan korban. Ini kan sudah keterlaluan, maka pada kasus ini saya ingin proses hukum tetap berlanjut, sebagaimana hukum yang berlaku di Republik ini,” tegas Suda’ali.

Terkait laporannya atas dugaan pengancaman dan pencemaran nama baik, Suda’ali Waruwu, S.H., berharap kepada penyidik Polres Nias agar segera menindaklanjuti, dengan memeriksa oknum-oknum terlapor.

“Untuk itu saya memohon kepada pihak penegak hukum, dalam hal ini Polres Nias agar segera memeriksa oknum-oknum tersebut yang diduga telah mencemarkan nama baik saya,” harapnya.

Sementara, Kasi Humas Polres Nias, Aiptu Yadsen F Hulu membenarkan pihaknya telah menerima laporan Suda’ali Waruwu, S.H., terkait dugaan pengancaman serta pencemaran nama baik, yang diduga dilakukan oleh para terlapor.

“Benar, laporan tersebut telah diterima di SPKT Polres Nias pada hari ini Rabu 01 Juni 2022 dan laporan tersebut sedang ditindaklanjuti penyelidikannya oleh Sat Reskrim Polres Nias,” ungkap Kasi Humas Polres Nias, Aiptu Yadsen F Hulu, S.H., kepada awak media melalui pesan whatsapp.

Reporter: Trisusanto Beritawan Zebua

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.