Konferensi Penyiaran Indonesia 2022, Yuliandre Darwis: Dari Yogyakarta Menerangi Indonesia

Foto: Acara Konferensi Penyiaran Indonesia 2022 yang dilaksanakan di Hotel Ambarrukmo Yogyakarta (Foto: IST)

Yogyakarta, MZK News – Kemajuan teknologi mendorong transformasi pada proses akses dan distribusi informasi. Perangkat digital yang berkembang sangat pesat dan canggih saat ini mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka.

Media komunikasi, khususnya penyiaran, menjadi makin interaktif, dimana memungkinkan siapa saja untuk turut serta memproduksi dan mendistribusikan informasi dengan bebas.

Hal itu disampaikan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis, Selasa (24/5), di sela-sela acara Konferensi Penyiaran Indonesi 2022, bertempat di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.

Di saat yang sama, lanjut Yuliandre, dengan era keterbukaan komunikasi dan informasi ini, banyak menghadapi tantangan, dimana ketika masyarakat disuguhi lebih banyak sumber informasi, penyebaran informasi palsu atau hoaks semakin marak, yang akhirnya bisa memicu konflik dan mengganggu kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, peran serta lembaga penyiaran sangat penting untuk memberikan informasi yang akurat, sehat dan terpercaya, sehingga masyarakat tidak kebingungan. Masyarakat mendapat penyeimbang dari informasi tadi.

“Lembaga penyiaran perlu menjalankan fungsi informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial secara tepat dan sehat guna mewujudkan masyarakat yang tangguh dan beradab,” kata Ketua KPI Pusat periode 2016-2019 ini.

Selain lembaga penyiaran, lanjutnya, kalangan akademisi dan peneliti juga punya peran serta yang penting. Perkembangan teknologi informasi dan inovasi media harus diimbangi dengan kajian dan penelitian yang selalu update, relevan dan kontekstual.

Menjawab itu semua, terang Yuliandre, KPI bekerjasama dengan Kemkominfo RI dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menggelar Konferensi Penyiaran Indonesia 2022, dengan harapan dapat mendorong akademisi, peneliti dan praktisi, baik di bidang komunikasi maupun lintas perspektif keilmuan lainnya untuk ikut serta berkontribusi.

“Dari Yogyakarta menerangi Indonesia,” tukas Yuliandre Darwis, yang beberapa waktu yang lalu baru saja diangkat oleh Menparekraf Sandiaga Uno menjadi Penasehat, atau Advisor.

Berbagai kegiatan dilaksanakan pada kegiatan tersebut, dimulai Minggu (22/5), dengan menggelar diseminasi indeks siaran berkualitas di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum) UIN Sunan Kalijaga, diskusi publik, dan puncaknya seminar nasional, Selasa ini.

Pada seminar nasional yang diikuti dosen, peneliti, praktisi media, LSM, dan mahasiswa tersebut, dengan mengangkat tema “Mewujudkan Media Komunikasi dan Penyiaran yang Berbasis Etika, Moral dan Kemanusiaan Menuju Peradaban Baru,” dimana Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menjadi Keynote Speaker, dan Narasumber Utama Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi.

Kemudian Narasumber; Prof Al Makin (Rektor UIN Sunan Kalijaga), Sukamta (Anggota Komisi I DPR RI), Agung Suprio (Ketua KPI Pusat), Prof Sri Ruhani Dzuhayatin (Ahli Utama KSP), Yuliandre Darwis (Dewan Pakar ISKI/Komisioner KI Pusat), Neil Tobing (Wakil Ketua Umum ATVSI) dan dimoderatori Tysa Noveny (Penyiar TV One).

Turut hadir pula Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang diwakili Asisten II Sekda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Satiyana.

Reporter: Novrianto

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.