Terkait Pencabulan Oknum Guru di Banyuwangi, Raja Sebut Ada 6 Korban

Foto: Ilustrasi pelecehan seksual pada anak (Foto: IST)

Banyuwangi, MZK News – Seorang siswa duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, sebut saja Raja yang mengaku menjadi korban pelecehan yang diduga dilakukan oleh oknum Wali Kelas 6 Insial MB dulu waktu masih dia bersekolah di SDN 1 Pakis Kecamatan Banyuwangi hingga saat ini merasa trauma mendalam.

Tim mencoba menelusuri kronologis kejadian itu, Raja mengatakan, disaat dia masih duduk di bangku kelas 6 dirinya mengikuti pelajaran tambahan (Red. LES) di rumah oknum guru (Red. Wali kelas) itu setiap hari di waktu sore hari.

“Lesnya setiap hari di rumah (Red. MB),” tuturnya, Selasa (19/04 /2022).

Raja mengatakan, tidak hanya dia yang mengikuti les tersebut bahkan banyak teman sekelasnya turut ikut les di rumah oknum tersebut.

“Banyak yang ikut les,” jelasnya.

Diajak ke dalam kamar MD, “di lecehkan” selama satu tahun. Entah setan dari mana yang merasuki oknum guru yang berstatus tidak memiliki istri itu berbuat bejat kepada anak didik sendiri sehingga diduga melakukan pelecehan seksual.

Dia melanjutkan, usai les, MB mengajak Raja ke dalam kamar untuk melampiaskan nafsunya, Raja diminta untuk membuka celana hingga telanjang total, disitulah Oknum guru bejatnya dilampiaskan, bila raja memberitahukan kejadian ini kepada siapa pun, Raja tidak akan naik kelas dan tidak diberi nilai bagus

“Saya di ancaman agar tidak bilang ke siapa-siapa,” ujarnya.

Selain di kamar, dirinya juga diperlakuan tidak manusiawi itu di tepi sungai. Tidak hanya Raja saja yang mengalami seperti itu, sepengetahuannya ada 5 teman lainnya dan kemungkinan besar masih banyak siswa yang juga menjadi korban.

“Yang saya tau ada 6 anak termasuk saya,” jelasnya.

Perbuatan bejat itu, dilakukan hingga selama satu tahun, tiap Raja les selalu diperlakukan seperti itu.

“Setiap les saya diperlakuan (Red. Pelecehan seksual),” tandasnya.

Akhirnya Raja mengaku, dan merasakan trauma mendalam. Setelah raja lulus dari SDN 1 Pakis, orang tua raja merasa curiga, akhirnya Raja ditegur dan akhirnya mengakui semua apa yang telah dia alami selama di sekolah di SDN 1 Pakis.

“Awalnya saya takut untuk terus terang, Dan Akhirnya Saya berkata Jujur,” kata dia lagi.

Hingga saat ini Raja masih merasa trauma mendalam dan berharap oknum guru tersebut di hukum seberat-beratnya dan jangan ada kejadian terulang kembali.

“Saya masih trauma, di hukum seberat-beratnya,” pungkasnya.

Reporter: Mutiah

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.