LSM Laskar Living Law Kecam Sikap Polres Bima

Foto: Direktur Laskar Living Law, Kliman Ardiansyah (Foto : IST)

Bima Kota, MZK News – Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Living Law (LLL) Bima, Kiliman Ariansyah, mengecam sikap Polres Bima Kota atas tidak ditahannya tersangka korupsi Rp862 juta dana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Karoko Mas, Boymin.

“Kami dari Laskar ini mengecam dan menyayangkan sikap Polres yang membiarkan tersangka korupsi yang notabene anggota DPRD Kabupaten Bima dari partai Gerindra itu,” ungkap Kiliman Ariansyah, Minggu (3/4/2022) sore.

Menurut dia, kecaman sikap Polres sangat tepat dan sudah saatnya. Sebab, penegakan hukumnya ‘tebang pilih’, sehingga tidak mencerminkan kepribadian hukum yang berdasarkan terbuka, transparan, profesional, proporsionalitas, dan akuntabilitas.

Dia mengatakan, dengan potret itu, di lingkungan Polres dikendalikan Kapolres, Henry Novika Chandra, terhadap kasus korupsi tersangka pejabat politik itu, diduga ada pembiaran kejahatan dan polarisasi bawah tanah “jual beli hukuman” antara Boymin dengan Kapolres.

“Kami mengecam keras perilaku tidak bermoral Polres. Kok enteng sekali membiarkan korupsi merajalela di tanah Bima dan sungguh buruk citra penegak hukum kepolisian itu,” tegasnya.

Selain sikap tidak bermoral, sambung dia, juga diduga partai politik yang ditunggangi Boymin pun bermain dalam menyelamatkan kadernya yang korupsi uang negara.

Dia menambahkan, Laskar Living, adalah bagian dari pengawal dan pengontrol supremasi hukum meminta dengan sangat hormat kepada Kapolres agar segera menahan Boymin.

“Jadi, jika tidak segera ditahan tersangka korup itu, maka kami akan bekerjasama dengan Laskar se-Cabang Bali-Nusra untuk mengepung Mapolres yang kami anggap rumah kejahatan! dan kami aksi besar-besaran nanti,” pungkas Kiliman.

Hingga berita ini dirilis, Kapolres Bima Kota belum dikonfirmasi dan masih butuh informasi.

Reporter: Muhtar Habe

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.