
Operasi SAR Dihentikan, Basarnas Banten Buka Peluang Buka Kembali Jika Ada Laporan Baru
Pandeglang, MZK News – Basarnas Banten secara resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Kamis (17/9/2026). Keputusan penutupan diambil setelah tim gabungan memaksimalkan masa perpanjangan tiga hari tanpa menemukan indikasi keberadaan korban.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa seluruh upaya pencarian telah dikerahkan secara optimal melalui jalur laut maupun udara. Keterlibatan armada kapal TNI AL, Polairud, hingga Basarnas telah menyapu bersih pulau-pulau di sekitar kawasan perairan Selat Sunda.
Al Amrad menegaskan bahwa penghentian operasi ini sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pencarian dan pertolongan. Setelah masa operasi pokok tujuh hari dan perpanjangan tiga hari usai tanpa hasil, seluruh unsur tim gabungan dikembalikan ke satuan masing-masing.
“SOP kami 7 hari, lalu ada perpanjangan 3 hari. Begitu tidak ada tanda-tanda korban ditemukan, operasi SAR kita hentikan dan tim gabungan kita kembalikan,” kata Al Amrad saat memberikan keterangan resmi di Pandeglang.
Meski operasi gabungan di lapangan telah dihentikan, proses pencarian beralih ke tahap pemantauan intensif. Basarnas menyiagakan sistem pemantauan melaui Vessel Traffic Services (VTS) serta patroli rutin dari jajaran Lanal dan Polairud.
Al Amrad menambahkan bahwa kapal-kapal niaga maupun nelayan yang melintas di Selat Sunda menjadi ujung tombak informasi berharga selanjutnya. Pihaknya membuka peluang besar untuk mengaktifkan kembali operasi SAR apabila ada temuan petunjuk baru di laut.
“Operasi SAR ini tidak berhenti sampai di sini. Apabila kapal yang melintas menemukan objek atau swimmer, itu akan dilaporkan. Jika ada tanda-tanda, operasi SAR akan dinyatakan dibuka kembali,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang terus mengawal dan menyaksikan langsung proses penyisiran di lapangan dari hari ke hari. Seluruh data dan informasi dari masyarakat diimbau untuk terus dilaporkan guna ditindaklanjuti secara cepat oleh petugas.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam

