
Kabut Asap Kian Pekat, Kualitas Udara Kerinci Masuk Kategori Tidak Sehat dengan ISPU 158
Kerinci, MZK News – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi mulai meluas hingga berdampak pada kualitas udara di Kabupaten Kerinci. Berdasarkan data per Sabtu (12/9/2026), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kerinci menyentuh angka 158 yang masuk dalam kategori tidak sehat.
Memburuknya kualitas udara tersebut berimbas langsung pada lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pemantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci mencatat jumlah penderita ISPA melonjak tajam pada minggu ke-35 hingga mencapai 511 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, H. Hermendizal, S.K.M., M.M., mengonfirmasi adanya kenaikan tren penyakit pernapasan tersebut. Padahal, angka kasus sempat melandai pada minggu ke-33 dengan 363 kasus sebelum akhirnya melonjak drastis dalam dua pekan terakhir.
“Jumlah kasus ISPA terpantau meningkat pada minggu ke-34 dan 35 ini. Kualitas udara semakin memburuk dengan ISPU 158, kondisi ini sangat berisiko terutama bagi kelompok usia rentan,” ujar Hermendizal.
Hermendizal menjelaskan bahwa kabut asap tidak hanya memicu infeksi saluran pernapasan, tetapi juga berpotensi menyebabkan iritasi mata. Meski demikian, mayoritas pasien dampak kabut asap sejauh ini masih dapat ditangani melalui layanan rawat jalan di fasilitas kesehatan.
Pihaknya terus memantau pergerakan kasus potensi wabah secara mingguan melalui Aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Sebanyak 21 puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Kerinci disiagakan untuk melaporkan perkembangan kesehatan warga secara berkala.
Menghadapi paparan kabut asap yang kian pekat, Pemkab Kerinci mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Warga juga diminta selalu menggunakan masker jika terpaksa beraktivitas di ruang terbuka.
“Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker. Apabila mengalami gejala perih mata atau sesak napas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tutur Hermendizal.
Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina
