DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Polisi Dalami Video Asusila Sesama Jenis di Sijunjung, Diduga Libatkan Pegawai Protokoler

Sijunjung, MZK News – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sijunjung, Sumatera Barat, bergerak cepat mendalami video dugaan tindakan asusila sesama jenis yang viral di media sosial beberapa hari terakhir.

Kasus ini mencuat di tengah sorotan nasional, seiring dengan kabar bahwa Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI sedang menggodok regulasi ketat terkait perilaku menyimpang, menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 yang mengkategorikan penyebaran budaya LGBT sebagai ancaman nonmiliter.

Kehebohan bermula dari unggahan akun Instagram “reportase Minang” yang menampilkan potongan video berdurasi 10 detik. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua pria di dalam sebuah ruangan, di mana salah satunya dalam kondisi tanpa busana, sementara pria lainnya merekam aksi tersebut.

Isu ini semakin menjadi perbincangan hangat di publik lantaran salah satu pemeran dalam video diduga kuat merupakan figur yang dikenal di Kabupaten Sijunjung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria berinisial MSQ tersebut diketahui merupakan oknum pegawai PPPK paruh waktu yang bertugas di bagian Protokoler Pemerintahan Kabupaten Sijunjung. Sumber di lapangan bahkan menyebutkan bahwa MSQ selama ini dikenal dekat dengan lingkaran pimpinan daerah dan kerap mendampingi istri Bupati Sijunjung, Ny. RBY, dalam berbagai agenda resmi.

Kapolres Sijunjung melalui Kasat Reskrim, AKP Hendra Yose, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah memonitor video yang meresahkan warga tersebut dan kini tengah melakukan penyelidikan intensif. “Iya benar, kami sedang mendalami video berdurasi 10 detik tersebut. Saat ini tim sedang bekerja dan mudah-mudahan segera membuahkan hasil,” ujar AKP Hendra Yose saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).

Viralnya video kontroversial ini memicu gelombang kekecewaan dan kemarahan dari masyarakat Sijunjung, yang dikenal memegang teguh adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Salah seorang warga, Anin (36), mengungkapkan rasa terpukulnya dan menilai peristiwa ini telah mencoreng nama baik daerah.

“Ini sudah sangat luar biasa dan memalukan. Video ini benar-benar mencoreng nama Kabupaten Sijunjung. Kami sebagai masyarakat meminta dengan tegas kepada Kapolres Sijunjung beserta jajaran untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya dan menangkap para pelakunya,” tegasnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Sijunjung masih terus melakukan penelusuran digital forensik dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk memastikan keaslian video serta menentukan unsur pidana terkait UU ITE maupun undang-undang pornografi. Konfirmasi lebih lanjut dari pihak Badan Kepegawaian Daerah maupun juru bicara Pemerintah Kabupaten Sijunjung terkait status kepegawaian terduga pelaku masih terus diupayakan.

Reporter: Chris Gangga Lala Pari
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *