DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Perbaiki Jalan Rusak 6,7 KM, Desa Muara Wakat Pinjam Alat Berat PUPR Barito Utara

Barito Utara, MZK News – Akselerasi peningkatan infrastruktur jalan di kawasan perdesaan terus dipacu guna mendongkrak konektivitas antarwilayah. Langkah taktis ini dioptimalkan demi mempermudah jalur mobilitas warga serta memperlancar rantai distribusi hasil pertanian ke pasar hilir.

Pemerintah Desa Muara Wakat, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, merealisasikan komitmen pembangunan tersebut dengan melakukan pemeliharaan

 jalan secara masif. Agenda perbaikan infrastruktur ini difokuskan pada jalur alternatif sepanjang 6,7 kilometer yang menghubungkan desa dengan ibu kota kecamatan di Benangin.

Langkah perbaikan ini diambil secara mandiri oleh pihak desa guna mengatasi kerusakan parah pada beberapa titik krusial akibat rendaman air hujan. Untuk menghemat biaya operasional harian, Pemdes Muara Wakat secara resmi mengajukan peminjaman fasilitas alat berat kepada pemerintah daerah.

“Penggunaan alat berat di desa kami adalah merupakan bantuan pemerintah melalui Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara, jadi bukan hasil sewaan atau rental,” ujar Kepala Desa Muara Wakat, Herlian, Sabtu (4/7/2026).

Herlian menerangkan bahwa  pengoperasian alat berat jenis ekskavator mini, vibro, dan grader tersebut bertujuan untuk memperlebar badan jalan. Alat-alat konstruksi ini juga digunakan untuk menimbun kubangan air yang selama ini kerap mengganggu keselamatan para pengguna jalan.

Seluruh pembiayaan proyek perawatan jalur darat harian ini bersumber dari alokasi dana sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2025. Total anggaran yang dikucurkan tercatat sebesar Rp64.810.000, di mana pengerjaannya dikerjakan bersama masyarakat lokal.

“Karena keterbatasan dana tahun ini, terpaksa meminjam alat berat dari PUPR Kabupaten Barito Utara, tentu sesuai dengan prosedur yang berlaku. Semoga kolaborasi ini dapat memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat,” tutur Herlian menambahkan penjelasannya.

Kehadiran akses jalan yang prima ini diposisikan sebagai urat nadi perekonomian utama bagi mayoritas penduduk desa yang bermata pencaharian sebagai petani. Jalur alternatif siber ini juga memegang peranan penting untuk membuka keterisolasian menuju Desa Liju, Mampuak, hingga ke Kecamatan Gunung Purei.

Melalui langkah konkret di lapangan ini, Pemdes Muara Wakat optimis tingkat kesejahteraan harian masyarakat akan tumbuh secara signifikan. Sinergisitas antara warga dan birokrasi daerah terbukti mampu menghadirkan solusi fasilitas publik yang efisien tanpa membebani  kas desa.

Reporter: Carli Silitonga
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *