
Pererat Kemitraan Strategis, Kadis Kominsa Aceh Barat Kunjungi Sekretariat DPD SWI
Meulaboh, MZK News – Penguatan pilar keterbukaan informasi publik dan akselerasi pembangunan daerah terus dipacu melalui jalinan kemitraan yang solid dengan insan pers. Langkah taktis ini dioptimalkan guna memastikan penyebaran program pemerintah dapat tersampaikan secara transparan, akurat, dan edukatif.
Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominsa) Aceh Barat merealisasikan komitmen tersebut dengan merajut hubungan harmonis bersama organisasi media lokal. Kepala Dinas Kominsa Aceh Barat, Dedi Mulianda, melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekretariat DPD Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Barat di Gampong Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Jumat (3/7/2026).
Kedatangan unsur pimpinan dinas komunikasi ini disambut hangat oleh segenap pengurus korps jurnalis tingkat kabupaten tersebut. Langkah proaktif dari jajaran Kominsa dipandang sebagai bentuk keseriusan birokrasi dalam merangkul media massa sebagai mitra strategis kontrol sosial.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah untuk kemajuan Aceh Barat. Silaturahmi seperti ini sangat penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan insan pers,” ujar Ketua DPD SWI Aceh Barat, T. Fadil, saat menyambut kunjungan tersebut.
Fadil menerangkan bahwa kolaborasi yang sehat antara jurnalis dan pemerintah daerah akan berdampak positif pada kualitas produk jurnalistik yang dikonsumsi masyarakat. Ruang komunikasi yang inklusif ini juga memudahkan pelurusan informasi bohong (hoaks) yang berpotensi memicu ketidakstabilan sosial.
Sejalan dengan hal itu, Kadis Kominsa Dedi Mulianda menyatakan bahwa keberadaan himpunan wartawan resmi seperti SWI sangat membantu tugas kehumasan pemerintah daerah. Struktur wadah profesi yang jelas mempermudah rantai koordinasi dalam agenda diseminasi data pembangunan makro secara berkala.
Kominsa siap membuka pintu kerja sama yang seluas-luasnya dalam memfasilitasi kebutuhan akses narasumber bagi para pencari berita harian. Kebijakan ini diberlakukan demi mewujudkan iklim pers siber yang sehat, independen, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
“Pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan yang konstruktif sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Dedi Mulianda menegaskan posisinya.
Agenda pertemuan ditutup dengan ruang diskusi santai mengenai strategi pemanfaatan platform digital guna mempercepat pemenuhan hak informasi publik bagi warga di pelosok desa. Komitmen bersama ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi pertumbuhan iklim demokrasi yang sehat di Provinsi Aceh.
Reporter: M. Akbar
Editor: Martha Syaflina
