FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Transformasi Digital Kemenag: Dorong Konsep “Datamu, Karirmu” Melalui Platform Pembayaran Pemerintah

Jakarta, MZK News – Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan akselerasi dalam memperkuat tata kelola pembayaran belanja pegawai di lingkungan instansinya. Langkah strategis ini ditempuh lewat penguatan implementasi Platform Pembayaran Pemerintah (PPP).

Melalui reformasi digital ini, Kemenag meluncurkan gerakan kesadaran mandiri aparatur yang dikemas dalam konsep “Datamu, Karirmu”. Konsep tersebut menuntut setiap aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih aktif dalam memeriksa sekaligus memastikan validitas data pribadi mereka.

Komitmen ini dibahas secara mendalam dalam kegiatan Walkthrough Pembayaran Belanja Pegawai di Kantor Kemenag Pusat, Jakarta, Senin (8/6/2026). Agenda ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Keuangan, Biro SDM, Biro Perencanaan, hingga Pusat Data dan Informasi (Pusdatin).

Kepala Biro SDM Kemenag, Muhammad Zain, menjelaskan bahwa keberhasilan interkoneksi sistem baru ini tidak hanya bertumpu pada kesiapan teknologi. Faktor penentu utama justru berada pada tingkat kepedulian setiap pegawai terhadap akurasi data mandirinya.

“Tagline yang kami bangun adalah datamu, karirmu. Setiap pegawai harus memastikan data dirinya valid dan sesuai, karena data itulah yang menjadi dasar pembayaran hak-hak pegawai,” ujar Muhammad Zain di hadapan peserta forum.

Melalui akun personal di Sistem Informasi SDM Kemenag, para pegawai kini dapat melakukan pelacakan rekam jejak kepegawaian secara berkala. Fitur ini menampilkan rincian data keluarga, riwayat jabatan, hingga estimasi nominal gaji yang akan ditransfer pada bulan berikutnya.

Keterbukaan akses ini berfungsi sebagai sistem deteksi dini bagi aparatur di lapangan. Apabila ditemukan adanya anomali atau ketidaksesuaian draf data, pegawai dapat langsung mengajukan perbaikan sebelum sistem mengunci manifes penggajian.

Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemenag, Ahmad Hidayatullah, menambahkan bahwa interkoneksi ini merupakan solusi konkret untuk memangkas birokrasi yang tumpang tindih. Rekonsiliasi data yang telah dirintis sejak tahun 2024 ini terbukti sukses meminimalkan kendala perencanaan keuangan.

“Ketika data pegawai dan data pembayaran sudah tersambung dan selaras, maka perencanaan belanja pegawai menjadi lebih akurat dan risiko kesalahan pembayaran dapat diminimalkan,” tutur Ahmad Hidayatullah menjelaskan keunggulan sistem.

Saat ini, Kemenag sedang mengawal fase piloting atau uji coba PPP pada sejumlah satuan kerja (satker) percontohan sebelum diadopsi secara nasional. Target jangka panjang platform ini tidak hanya mencakup gaji pokok, melainkan merambah ke tunjangan kinerja (tukin) serta insentif operasional lainnya.

Pemerintah optimistis lompatan teknologi ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam mewujudkan transparansi keuangan negara. Akses penuh sistem ini ditargetkan siap beroperasi serentak di seluruh wilayah Indonesia pada akhir kuartal ketiga tahun ini.

“Untuk persiapan pembayaran GTM (gaji dan tunjangan melekat) Agustus nanti, seluruh satuan kerja di Indonesia direncanakan sudah menggunakan platform ini. Jika proses pembayaran berjalan mulus dan sepenuhnya berbasis interkoneksi, maka itu akan menjadi tonggak penting keberhasilan transformasi,” tandas Ahmad.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenag RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *