Dukung Eksportir Muda, Mendag Budi Santoso Terima Kunjungan Export Tani Nusantara IPB
Jakarta, MZK News – Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Export Tani Nusantara Institut Pertanian Bogor (IPB). Pertemuan strategis ini berlangsung secara formal di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Audiensi bertaraf nasional ini secara khusus membahas mengenai program penguatan ekosistem ekspor komoditas pertanian berbasis kampus. Langkah kolaboratif tersebut diambil sebagai upaya nyata pemerintah bersama akademisi untuk mendorong lahirnya eksportir muda baru dari lingkungan perguruan tinggi.
Selain itu, kedua belah pihak turut membedah perkembangan program Campuspreneur yang telah sukses berjalan sejak tahun lalu. Evaluasi matang dilakukan guna mempersiapkan agenda pelepasan ekspor perdana serta seminar kewirausahaan yang akan mempertemukan mahasiswa dengan para pelaku usaha.
Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa kerja sama dengan dunia kampus memiliki peran vital dalam menyuplai inovasi produk lokal yang kompetitif. Pihaknya berkomitmen untuk membuka keran fasilitasi bagi para mahasiswa agar produk hasil riset mereka mampu menembus standardisasi global.
“Kita perlu memberikan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha binaan kampus agar dapat memperluas akses pasar internasional, meningkatkan kapasitas ekspor, serta memperkuat akses pembiayaan,” ujar Mendag Budi Santoso di sela-sela diskusi.
Melalui pendampingan yang terstruktur, Kemendag optimistis laju pertumbuhan ekonomi kreatif di sektor agribisnis akan semakin pesat. Sinergi ini juga dirancang untuk mempermudah akses modal usaha bagi para pelaku ekspor pemula di lingkungan akademis.
Dalam pertemuan tersebut, Mendag didampingi oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, beserta Sekretaris Ditjen PEN, Sugih Rahmansyah. Hadir pula Direktur Impor Andri Gilang Nugraha, Kepala Biro Perencanaan Rihadi Nugraha, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat N.M. Kusuma Dewi.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemendag RI

