FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Puncak HLUN 2026 di Kupang: Ribuan Lansia Semarakkan Jalan Sehat di Rujab Gubernur NTT

Kupang, MZK News – Ribuan lanjut usia (lansia) memadati kawasan Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran massa senior ini bertujuan untuk mengikuti agenda jalan sehat massal dalam rangkaian acara puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, Sabtu (30/5/2026).

Melalui momentum olahraga bersama ini, para lansia dari Kota Kupang mengirimkan pesan moral yang kuat kepada publik. Mereka menegaskan bahwa sebuah bangsa akan tumbuh menjadi peradaban yang kokoh dan besar apabila mampu menghormati serta memuliakan para generasi pendahulunya.

Selain jalan sehat, panitia pelaksana juga menyediakan beragam fasilitas pelayanan sosial dan medis secara cuma-cuma. Para peserta dapat menikmati fasilitas senam kebugaran, panggung pentas seni, terapi fisik atau fisioterapi, pemeriksaan ketajaman pendengaran (audiometri), hingga cek kesehatan gratis.

Kegiatan jalan sehat massal ini dimulai tepat pada pukul 07.40 WITA dengan mengambil rute asri di sekitar kompleks Rumah Dinas Gubernur NTT. Prosesi pelepasan peserta (flag off) dipimpin langsung secara simbolis oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, bersama Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo.

Peserta jalan sehat berasal dari beragam latar belakang, mulai dari kelompok binaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Kantor Wilayah, hingga keluarga besar TNI dan Polri. Tak ketinggalan, perwakilan lembaga keagamaan Islam, Kristen, Katolik, serta komunitas Hindu-Buddha turut melebur dalam keceriaan yang sama.

Mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, menegaskan bahwa perhelatan akbar ini merupakan buah kerja sama yang apik. Sinergi taktis antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci suksesnya implementasi program di lapangan.

“Kementerian Sosial memiliki komitmen yang kuat untuk terus memperkuat perlindungan sosial, layanan, pendampingan, dan penghormatan terhadap lanjut usia,” ujar Supomo saat membacakan amanat tertulis dari Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Supomo memaparkan bahwa target operasi HLUN 2026 sengaja diprioritaskan untuk wilayah dengan konsentrasi kemiskinan lansia yang cukup tinggi. Fokus penanganan mencakup daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta kawasan urban rentan yang dihuni oleh lansia sebatang kara.

Ia juga menjelaskan bahwa rangkaian HLUN 2026 dikemas secara substantif dan antiproyek seremonial dengan mengedepankan asas kebermanfaatan langsung bagi warga. Berbagai program nyata telah bergulir secara simultan selama sebulan penuh di 22 kabupaten dan kota se-Provinsi NTT.

Intervensi sosial yang diberikan meliputi operasi katarak gratis, pembagian Bantuan ATENSI, pemenuhan dokumen sipil, renovasi kamar, hingga program Peksos Goes to School. Seluruh program ini sukses dieksekusi berkat keterlibatan aktif akademisi, dunia usaha, dan organisasi keagamaan.

“Masyarakat harus menjadi ruang yang paling aman dan pemerintah daerah harus menjadi garda terdepan membangun layanan ramah lansia. Kita semua memastikan tidak ada opa dan oma yang merasa sendiri, terlantar, atau dilupakan,” tandas Supomo saat menyampaikan apresiasinya kepada para relawan.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengaku bangga atas penunjukan wilayahnya sebagai pusat perayaan nasional tahun ini. Kepercayaan dari Kementerian Sosial RI ini dinilai sebagai bentuk kehormatan yang luar biasa bagi kemajuan tanah Flobamora.

“Selama sebulan penuh, seluruh staf dan jajaran Kementerian Sosial berkolaborasi dengan pemerintah daerah, bergerak menyisir 22 kabupaten/kota di NTT ini. Mereka turun langsung ke lapangan untuk menghadirkan berbagai program nyata,” tutur Johni Asadoma dengan nada optimis.

Sebagai informasi, agenda jalan sehat ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Tampak hadir mendampingi di podium utama, Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Hasim, serta Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos Suratna.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemensos RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *