DaerahFEATUREDKepolisianNewsRegionalTOP STORIES

Patahkan Stigma Negatif, Plh Kalapas Pekanbaru Pimpin Langsung Senam Warga Binaan

Pekanbaru, MZK News – Anggapan miring yang menyebut warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai orang-orang gagal kembali dipatahkan oleh Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Institusi ini terus membuktikan komitmennya bahwa fungsi lembaga pemasyarakatan tidak hanya sekadar menghukum, melainkan mendidik dan memanusiakan manusia.

Wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat saat Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yusup Gunawan, turun langsung ke lapangan. Ia memimpin jalannya kegiatan olahraga jasmani bersama ratusan warga binaan pada Sabtu (30/5/2026) pagi.

Kehadiran pucuk pimpinan di tengah lapangan olahraga ini menjadi simbol kuat bahwa setiap warga binaan berhak atas kesehatan serta kesempatan kedua. Kegiatan ini merupakan bagian terintegrasi dari program pembinaan fisik untuk menciptakan lingkungan lapas yang aman dan kondusif.

Sejak pukul 08.00 WIB, suasana lapangan olahraga tampak dipadati oleh ratusan warga binaan yang berbaris rapi. Dipandu oleh instruktur profesional, mereka terlihat sangat antusias dan tertib mengikuti setiap runtunan gerakan senam yang energetik.

Aktivitas bersama ini dirancang tidak hanya untuk menjaga kebugaran jasmani semata, tetapi juga sebagai media terapi kesehatan mental. Melalui gerakan yang selaras, para warga binaan dilatih untuk membangun kembali rasa disiplin, kerja sama tim, dan optimisme hidup.

“Kami di sini tidak sedang memelihara orang gagal. Kami sedang membina manusia yang sedang berproses memperbaiki diri. Kesehatan fisik dan mental adalah hak mereka, dan tugas kami memastikan hak itu terpenuhi,” tegas Yusup Gunawan di sela-sela kegiatan.

Yusup menambahkan, situasi lingkungan lapas yang aman dan tertib hanya bisa terwujud jika para penghuninya merasa dihargai secara humanis. Oleh sebab itu, berbagai program rekreatif dan produktif terus digulirkan secara rutin di dalam area blok hunian.

“Lewat senam pagi, musik, dan program pembinaan lain, kami ingin tunjukkan bahwa Lapas Pekanbaru adalah tempat perubahan, bukan tempat pembuangan. Setiap warga binaan harus keluar sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Yusup menerangkan visi lembaganya.

Selama agenda olahraga berlangsung, jajaran petugas pemasyarakatan tetap melakukan pengamanan serta pengawalan melekat secara humanis. Kedekatan yang terbangun tanpa jarak ini mencerminkan keberhasilan metode pendekatan persuasif yang diterapkan pihak manajemen.

Kegiatan akhir pekan ini kemudian ditutup dengan wejangan hangat dari Plh. Kalapas agar seluruh warga binaan konsisten menjaga kebersihan diri. Mereka diimbau memaksimalkan setiap bekal keterampilan di lapas sebagai modal utama saat kembali berintegrasi di tengah masyarakat kelak.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *