Punya Standar Tinggi, Menag Sebut Pengelolaan Iduladha di Istiqlal Jadi Barometer Asia Tenggara
Jakarta, MZK News – Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyebut pelaksanaan ibadah Iduladha di masjid terbesar di Indonesia ini telah memiliki standar yang sangat tinggi. Pola manajemen di sana kini sukses bertransformasi menjadi salah satu model percontohan di kawasan regional.
Tata kelola yang matang dan profesional membuat perayaan hari raya kurban di tempat ibadah ini selalu berjalan tertib dan ramah lingkungan. Keunggulan manajemen tersebut dinilai layak menjadi barometer bagi pengelolaan rumah ibadah modern lainnya.
“Iduladha di Istiqlal memiliki standar tersendiri karena menjadi model bagi masyarakat Indonesia bahkan Asia Tenggara,” ujar Menag Nasaruddin Umar saat konferensi pers persiapan Salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Nasaruddin menjelaskan bahwa pengelola Masjid Istiqlal selama ini sangat aktif membangun jejaring komunikasi global. Pihaknya konsisten berkoordinasi dan berkolaborasi secara intensif dengan berbagai lembaga kemasjidan di kawasan Asia Tenggara.
Selain sukses mengelola kerumunan jemaah saat hari raya besar, Masjid Istiqlal juga menonjol dalam penerapan konsep pelestarian alam (green mosque). Sistem pengelolaan lingkungan yang mandiri dan berkelanjutan di sana bahkan berhasil mencuri perhatian dunia internasional.
Salah satu inovasi teknologi mutakhir yang diterapkan adalah sistem daur ulang (recycle) air bekas wudu jemaah. Air yang telah digunakan tersebut disaring kembali menggunakan sistem filterisasi khusus untuk dialokasikan pada kebutuhan sanitasi dan pembersihan area masjid.
“Air wudu di Istiqlal tidak langsung terbuang ke saluran kota, tetapi masuk ke sistem recycle dan digunakan kembali,” kata Menag merinci keunggulan infrastruktur teknologi ramah lingkungan tersebut.
Berkat konsistensi dalam menerapkan inovasi hijau ini, Masjid Istiqlal berhasil memboyong penghargaan internasional bergengsi dari sebuah lembaga dunia yang berbasis di Washington DC. Istiqlal dinilai sebagai rumah ibadah yang paling efektif, efisien, tertib, dan terjaga kebersihannya.
Capaian prestisius ini diharapkan dapat memicu semangat bagi pengurus masjid-masjid lain di seluruh pelosok tanah air untuk mulai menerapkan konsep manajemen hijau serupa. Pengelolaan yang ramah lingkungan terbukti mampu menaikkan nilai kemanfaatan masjid bagi masyarakat secara luas.
“Ini menjadi kebanggaan kita bersama dan harus terus dijaga,” pungkas Menag optimis menutup sesi keterangan pers di hadapan awak media.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenag RI

