Terima Kunjungan PBB, Wamenhan Donny Ermawan Perkuat Kontribusi Pasukan Perdamaian RI
Jakarta, MZK News – Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), Donny Ermawan Taufanto, menerima kunjungan resmi dari United Nations Under-Secretary-General for Peacekeeping Operations, Jean-Pierre Lacroix. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Donny Ermawan hadir mewakili Menteri Pertahanan untuk menyambut utusan tinggi organisasi internasional tersebut. Pertemuan ini berjalan dalam suasana hangat serta penuh komitmen bersama untuk mendongkrak kontribusi Indonesia dalam misi kemanusiaan dunia di bawah naungan PBB.
Kedua belah pihak memanfaatkan momentum ini untuk membedah berbagai isu krusial terkait operasi pemeliharaan stabilitas global. Fokus pembahasan tertuju pada pemetaan tantangan keamanan terbaru yang kerap dihadapi oleh pasukan perdamaian di wilayah konflik.
Indonesia kembali menegaskan komitmen kokohnya untuk terus mengirimkan personel militer terbaiknya ke berbagai titik ketegangan dunia. Langkah ini diposisikan sebagai implementasi nyata dari amanat konstitusi UUD 1945 serta prinsip politik luar negeri yang bebas aktif.
Merespons komitmen tersebut, Jean-Pierre Lacroix menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi peran aktif Jakarta. PBB menilai Indonesia sebagai salah satu jangkar utama yang paling diandalkan dalam menjaga keamanan internasional.
Di sela-sela diskusi, Jean-Pierre secara khusus menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas gugurnya empat personel penjaga perdamaian Indonesia. Para kesatria tersebut gugur saat menjalankan tugas suci dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Pihak PBB memberikan penghormatan tertinggi atas dedikasi dan pengabdian luar biasa yang telah ditunjukkan oleh para prajurit tanah air. Organisasi multilateral ini juga menaruh harapan besar agar keterlibatan Indonesia terus meluas di masa depan.
Selain di Lebanon, PBB membidik peningkatan partisipasi pasukan Indonesia di sejumlah wilayah penugasan krusial lainnya. Klaster penempatan tersebut meliputi misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, hingga wilayah konflik Sudan.
Menanggapi harapan itu, Wamenhan Donny Ermawan mengapresiasi hubungan kemitraan harmonis yang telah mengakar kuat antara Indonesia dan PBB. Namun, Kemenhan menekankan bahwa faktor keselamatan dan perlindungan fisik bagi personel di lapangan harus menjadi prioritas nomor satu.
“Penting sekali adanya perlindungan dan dukungan maksimal terhadap personel penjaga perdamaian yang bertugas, serta perlunya adaptasi terhadap dinamika tantangan keamanan global,” ujar Donny Ermawan menegaskan posisi pertahanan Indonesia.
Kementerian Pertahanan berharap hasil dari pertemuan tingkat tinggi ini mampu melahirkan draf kerja sama taktis yang lebih adaptif. Sinergi ini dirancang untuk memastikan setiap misi perdamaian yang dijalankan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan.
Dalam agenda diplomasi ini, Wamenhan turut didampingi oleh jajaran pejabat teras kementerian. Tampak hadir Kasubdit Misi Pemeliharaan Perdamaian Ditrahkomhan, Ses Ditjen Strahan Kemhan, serta perwakilan Deputi Geostrategi DPN.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemhan RI

