Hadir di Harlah Fatayat NU Purwakarta, Wamenkop Farida Farichah Kampanyekan Koperasi Desa
Purwakarta, MZK News – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, menghadiri agenda Fun Run dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) ke-76. Kegiatan olahraga massal ini dipusatkan di kawasan Alun-Alun Pasanggrahan, Kabupaten Purwakarta, Minggu (24/5/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Barat ini dinilai menjadi momentum strategis. Wamenkop mengapresiasi konsep acara karena tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan mampu mengampanyekan pentingnya kesehatan jasmani, rohani, hingga kesehatan ekonomi.
Kementerian Koperasi memandang kaum perempuan memiliki peran sentral sebagai motor penggerak stabilitas domestik. Kesadaran untuk menjaga kebugaran fisik melalui olahraga secara konsisten merupakan investasi jangka panjang yang paling berharga bagi setiap individu.
“Kegiatan ini bukanlah hanya untuk mencari kebahagiaan semata, tetapi sahabat-sahabat semua hadir ke sini untuk mengkampanyekan bahwa perempuan itu harus sehat. Karena perempuan adalah tokoh utama dalam keluarga,” ujar Farida Farichah saat memberikan sambutan hangat di hadapan ribuan kader.
Farida menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi sebuah negara sangat dipengaruhi oleh kualitas kesehatan para ibunya. Perempuan yang bugar secara fisik dan mental akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, produktif, serta bebas dari ancaman stunting.
Atas dasar itulah, olahraga rutin diposisikan sebagai kebutuhan primer dalam fase kehidupan modern saat ini. Tubuh yang prima menjadi aset dasar bagi kaum perempuan untuk ikut aktif mengambil peran dalam ruang publik dan sektor usaha hulu.
“Olahraga adalah investasi utama dan paling utama untuk hidup kita. Karena yang paling setia membersamai badan kita sampai akhir hayat kita adalah badan kita sendiri,” kata Wamenkop menambahkan.
Terkait pilar kesehatan finansial keluarga, Farida mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan program taktis berskala nasional. Terobosan tersebut diwujudkan melalui pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Pemerintah mendorong kader Fatayat NU, khususnya di wilayah Jawa Barat, untuk mengambil peran aktif dalam ekosistem baru ini. Jaringan perempuan nahdliyin diminta tidak hanya terdaftar sebagai anggota pasif, melainkan berani tampil menjadi pengurus dan pengelola unit usaha.
Koperasi desa diproyeksikan menjadi wadah satu pintu yang efektif untuk memutus rantai distribusi logistik yang panjang. Melalui sistem ini, para pelaku UMKM rumahan dapat langsung menitipkan komoditas unggulannya tanpa perlu bergantung pada korporasi ritel modern.
“Yang punya usaha UMKM bisa menjual produknya di koperasi. Fatayat NU yang punya usaha dapat memanfaatkan koperasi sebagai tempat pemasaran,” tutur Faris menekankan pentingnya hilirisasi produk lokal.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PW Fatayat NU Jawa Barat, Hj. Minyatul Ummah, menyatakan rasa syukur atas tingginya partisipasi para peserta. Ia menegaskan bahwa pemilihan konsep jalan santai dan lari ini murni didasari atas pemenuhan kebutuhan gaya hidup sehat.
“Tentunya ada tujuan mulia yaitu menanamkan gaya hidup sehat, mempererat tali silaturrahmi dan menumbuhkan sportifitas serta menikmati momen kebersamaan,” ungkap Minyatul Ummah meluruskan persepsi publik agar acara ini tidak dianggap sekadar mengikuti tren musiman.
Agenda perayaan harlah ini pun mendapat dukungan penuh dari pihak eksekutif daerah setempat. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, memuji pergerakan masif Fatayat NU yang dinilai sukses menyatukan ribuan warga lintas kabupaten dalam satu harmoni olahraga yang positif.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenkop

