Sinergi Polda Sumbar dan BRI Salurkan KUR Rp10 Miliar Demi Target Swasembada Pangan
Padang, MZK News – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat meluncurkan langkah taktis guna memperkuat ketahanan pangan di tingkat hulu. Institusi penegak hukum ini memfasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI senilai Rp10,024 miliar kepada 307 kelompok tani setempat.
Agenda penyerahan bantuan modal usaha pertanian tersebut dipusatkan di Aula Tuah Sakato Polresta Padang, Jumat (22/5/2026). Prosesi penting ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, bersama pimpinan perbankan.
Kucuran dana stimulus ini ditargetkan menyasar para petani komoditas jagung dan padi yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Sumatra Barat. Intervensi permodalan tersebut diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi gabah dan palawija secara signifikan.
“Program ini dirancang untuk memberikan solusi konkret atas kendala permodalan yang sering dihadapi petani dalam meningkatkan produktivitas lahan mereka, mendukung Program Swasembada Pangan Nasional yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.
Sebelum adanya kerja sama ini, jumlah penerima KUR pertanian mitra binaan Polri di Sumatera Barat tercatat hanya berjumlah 31 kelompok tani. Lonjakan kepesertaan yang masif ini menjadi bukti nyata keseriusan polisi dalam melakukan pendampingan ekonomi.
Manajemen polda menegaskan bahwa perluasan kemitraan dengan kaum tani ini mengusung misi sosial yang mendalam. Skema pembiayaan perbankan yang sehat sengaja dihadirkan untuk memutus rantai ketergantungan petani dari jerat tengkulak ilegal.
Kabiro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, menjabarkan bahwa Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri berperan sebagai jembatan birokrasi bagi petani ke pihak bank. Di lapangan, personel Bhabinkamtibmas ditugaskan mengawal pemanfaatan dana agar tepat sasaran.
Berdasarkan data rincian dari total 307 petani penerima manfaat, sektor pertanian jagung mendominasi dengan jumlah 289 orang, sedangkan 18 orang lainnya merupakan petani padi. Sebanyak 203 petani telah menerima pencairan tunai, sementara sisa berkas lainnya masih dalam proses verifikasi akhir.
Polda Sumbar memetakan sebaran basis penerima dana modal terbesar berada di bawah wilayah hukum Polresta Bukittinggi dengan 66 petani. Posisi kedua ditempati oleh Polresta Padang dengan 52 petani, diikuti oleh Polres Pasaman sebanyak 31 petani.
Seluruh rangkaian acara penandatanganan akad kredit massal ini berjalan dengan aman, tertib, dan transparan. Agenda strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Wakapolres, Pimpinan Cabang BRI, serta perwakilan sosiologis dari komunitas tani penerima manfaat.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

