Pimpin Apel di Lahat, Kapolda Sumsel Tekankan Sinergi Lintas Sektor Cegah Karhutla 2026
Lahat, MZK News – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung Apel Besar Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Sabuk Kamtibmas Kabupaten Lahat 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Halaman Kantor Pemkab Lahat, Minggu (17/5/2026).
Agenda strategis ini dihadiri oleh Bupati Lahat Bursah Zarnubi bersama Wakil Bupati Widia Ningsih, S.H., M.H. Turut hadir pula Sekretaris Daerah, jajaran Asisten, kepala OPD, serta para camat se-Kabupaten Lahat guna menyatukan persepsi penanggulangan bencana.
Pelaksanaan apel besar di pusat pemerintahan ini menjadi bukti nyata kesiapan pemda dan aparat keamanan dalam mengantisipasi ancaman kebakaran. Langkah preventif ini sengaja diambil sejak dini mengingat potensi karhutla yang kerap melonjak tajam saat memasuki musim kemarau.
Dalam amanatnya, Kapolda Sumsel mengingatkan bahwa penanganan masalah lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menegaskan bahwa kolaborasi aktif dari seluruh elemen adalah kunci utama untuk meredam titik api secara cepat.
“Sinergi lintas sektor di setiap lini adalah kunci utama untuk mencegah dan menangani Karhutla secara cepat dan terpadu,” ujar Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho tegas di hadapan peserta apel.
Selain fokus pada mitigasi kebakaran, jenderal bintang dua tersebut juga menyoroti penguatan aspek keamanan lingkungan. Program Sabuk Kamtibmas dipasang sebagai benteng utama untuk menjaga stabilitas sosial di wilayah Bumi Seganti Setungguan.
Melalui sinergi perlindungan alam dan keamanan ini, stabilitas wilayah diharapkan tetap terjaga. Kondisi kamtibmas yang kondusif akan berbanding lurus dengan kenyamanan warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Lahat sendiri berharap apel kesiapsiagaan ini mampu memicu aksi nyata yang lebih masif di lapangan. Kewaspadaan di tingkat tapak harus ditingkatkan agar potensi bencana dapat diminimalisir sekecil mungkin.
Keterlibatan aktif masyarakat lokal dan kelompok peduli api juga dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan program pencegahan ini. Pengawasan ketat pada area rawan konflik lahan akan terus ditingkatkan demi keselamatan bersama sepanjang tahun 2026.
Reporter: Heri Susanto
Editor: Martha Syaflina

