DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Kedaulatan Energi 2026: Proyek DME PTBA Tekan Ketergantungan Devisa Negara

Tanjung Enim, MZK News – Indonesia kini tengah berupaya keras memutus rantai ketergantungan impor LPG yang selama ini membebani devisa negara. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui akselerasi proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Selasa (5/5/2026).

Proyek strategis ini bukan sekadar inovasi industri, melainkan pilar utama dalam menjaga ketahanan energi nasional. Sebagai anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, PTBA berkomitmen memaksimalkan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat sesuai amanat Asta Cita.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan gangguan rantai pasok, Indonesia dituntut memiliki sumber energi alternatif yang mandiri. Saat ini, tingginya angka impor LPG berdampak langsung pada tekanan neraca perdagangan serta membengkaknya beban subsidi energi.

Menyikapi tantangan tersebut, PTBA bersinergi dengan Pertamina untuk mengolah batu bara menjadi energi domestik yang kompetitif. Proyek yang berpusat di Tanjung Enim ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, memberikan penekanan khusus pada urgensi percepatan proyek ini. Menurutnya, hilirisasi batu bara adalah langkah vital untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di masa depan.

“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, yang saat ini masih mencapai sekitar 80% dari kebutuhan nasional,” tegas Rosan.

Senada dengan hal itu, Komisaris Utama MIND ID Fuad Bawazier menyoroti manfaat jangka panjang bagi negara. Ia menjelaskan bahwa keuntungan proyek DME melampaui sekadar angka profitabilitas dalam laporan keuangan korporasi.

“Proyek DME memberikan keuntungan yang besar bagi negara. Banyak keuntungan negara yang tidak dapat dicatat dalam pembukuan korporasi. Semoga proyek ini berjalan sesuai target agar kita mandiri energi dan pangan,” tutur Fuad.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, memastikan pihaknya akan terus mendorong sinergi antar-anggota grup. Hal ini bertujuan agar setiap proyek hilirisasi dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan energi.

Optimisme serupa disampaikan oleh Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail. Ia menegaskan bahwa transformasi batu bara menjadi DME adalah jawaban atas tantangan energi nasional sekaligus memperkuat kedaulatan industri dalam negeri.

“Proyek ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kedaulatan energi serta menciptakan lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” jelas Arsal.

Sementara itu, Turino Yulianto selaku Direktur Hilirisasi PTBA menyebutkan bahwa DME merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan. Inovasi ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara dalam jumlah yang signifikan secara bertahap.

Selain dampak makro, kehadiran proyek ini dipastikan akan menyerap banyak tenaga kerja lokal. Pertumbuhan industri pendukung di sekitar area proyek juga diharapkan mampu mendongkrak aktivitas ekonomi daerah secara merata.

Melalui dukungan penuh pemerintah dan kerja sama lintas sektor, hilirisasi batu bara kini menjadi harapan baru. Indonesia optimis dapat mewujudkan ketahanan energi yang tangguh dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Reporter: Yogie Yolanda
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *