Soroti Rangkap Jabatan Ketua KONI Bogor, GMPB Desak Pemilihan Ulang
Bogor, MZK News – Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (GMPB), M. Ikbal, melayangkan kritik tajam terhadap kepengurusan KONI Kabupaten Bogor. Kritik ini mencuat usai terpilihnya Arif Rochmawan sebagai Ketua KONI yang baru pada Rabu (6/5/2026).
Persoalannya, Arif saat ini juga masih aktif menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil 6. Kondisi rangkap jabatan tersebut dinilai sangat berisiko memicu tumpang tindih kewenangan dan konflik kepentingan di daerah.
Menurut GMPB, posisi ganda ini sangat rawan karena melibatkan pengelolaan anggaran daerah. Arif berada di posisi yang merencanakan anggaran di legislatif, sekaligus memimpin lembaga yang menerima hibah tersebut.
“Sebagai anggota DPRD, Arif Rochmawan memiliki fungsi strategis dalam perencanaan dan penganggaran, termasuk hibah untuk KONI, sementara di sisi lain ia juga memimpin lembaga penerima anggaran tersebut,” ujar M. Ikbal.
Ikbal menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar urusan posisi administratif semata. Ia menyoroti integritas tata kelola organisasi yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip transparansi serta akuntabilitas publik.
“Ini bukan sekadar persoalan rangkap jabatan, tetapi menyangkut integritas tata kelola dan potensi konflik kepentingan. Situasi ini tidak boleh dibiarkan karena dapat mencederai transparansi,” tegasnya.
Selain masalah jabatan, GMPB turut meragukan legalitas proses pemilihan Ketua KONI tersebut. Mereka mempertanyakan apakah syarat administratif, seperti rekam jejak kepemimpinan di cabang olahraga, sudah terpenuhi sesuai aturan.
Menanggapi polemik ini, aktivis pemuda Bogor tersebut mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap proses pemilihan. Mereka menuntut peninjauan ulang terhadap legalitas jabatan Arif agar sesuai dengan regulasi organisasi yang berlaku.
Poin utama desakan mereka adalah dilaksanakannya pemilihan ulang Ketua KONI Kabupaten Bogor. Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan kepemimpinan yang independen, profesional, dan bebas dari intervensi politik.
Ikbal berharap jabatan publik dijalankan dengan fokus demi kemajuan prestasi atlet. Ia tidak ingin dunia olahraga justru menjadi alat bagi kepentingan kekuasaan tertentu.
“Jangan sampai kepentingan olahraga daerah dinilai dikorbankan oleh kepentingan politik dan kekuasaan. Kabupaten Bogor membutuhkan figur yang benar-benar fokus membangun prestasi,” tutup Ikbal.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, belum memberikan tanggapan terkait desakan tersebut. Redaksi akan memberikan hak jawab secara proporsional sesuai perkembangan informasi selanjutnya.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

