SMKN 6 Pekanbaru Cetak Lulusan Unggul: 55 Persen Siswa Langsung Diserap Dunia Kerja
Pekanbaru, MZK News – SMK Negeri 6 Pekanbaru mencatatkan prestasi membanggakan pada pengujung tahun ajaran 2026. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 55 persen lulusan sekolah ini berhasil langsung terserap di dunia kerja, sementara 30 persen memilih berwirausaha dan 15 persen lainnya melanjutkan ke perguruan tinggi, Sabtu (2/5/2026).
Kepala SMK Negeri 6 Pekanbaru, Elva Susanti, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa serapan kerja yang tinggi ini didukung oleh keberhasilan siswa dalam berbagai rekrutmen bergengsi. Salah satu siswi bernama Fathur berhasil diterima di Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) Jakarta, sementara tujuh siswa lainnya telah bekerja melalui program magang kontrak dari Astra.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari inovasi sekolah yang mewajibkan setiap jurusan memiliki unit produksi sendiri. Langkah ini bertujuan agar para siswa memiliki wadah praktik langsung yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi saat ini.
Unit produksi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari “Chefs Factory” di jurusan Tata Busana hingga pengembangan Bank Mini di jurusan Akuntansi yang bekerja sama dengan Bank BTN. Selain itu, jurusan Mekatronika kini fokus pada pengembangan KTP Digital dan jurusan Pemasaran mengelola minimarket sekolah.
“Anak-anak belajar pemasaran, mencari pelanggan, dan praktik langsung. Jadi setiap jurusan punya potensi,” ujar Elva Susanti.
Selain fokus pada kompetensi teknis, sekolah juga memberikan perhatian besar pada pembentukan karakter dan akhlak siswa. Hal ini mendapat apresiasi tinggi dari para orang tua yang merasa bangga dengan perubahan perilaku positif anak-anak mereka selama menempuh pendidikan.
Seorang wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan rasa bangganya terhadap kualitas lulusan SMKN 6 Pekanbaru. Ia menilai meskipun lokasi sekolah cukup jauh dari keramaian kota, pendidikan karakter yang diberikan guru membuat anak-anak lebih disiplin dan taat beribadah.
“Saya berterima kasih kepada sekolah dan guru yang mengajarkan anak saya. Akhlaknya bagus, selalu ingat salat,” ungkap wali murid tersebut penuh syukur.
Suasana kekeluargaan juga terlihat dalam acara perpisahan yang diinisiasi oleh siswa dan komite sekolah. Dana yang terkumpul dari orang tua tidak hanya digunakan untuk cendera mata bagi para pendidik sebagai rasa terima kasih, tetapi juga untuk menyumbangkan karpet bagi musala sekolah.
Pengawas SMK Provinsi Riau, Herman, yang turut hadir dalam acara tersebut mendorong pihak sekolah untuk terus berinovasi. Menurutnya, sinkronisasi antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) adalah kunci utama kemajuan SMK di masa depan.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina


