DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Buntut Demo Ricuh, Kapolda Riau Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim Panipahan

Pekanbaru, MZK News – Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, mengambil langkah tegas dengan mencopot IPTU Robiansyah, S.H., M.H., dari jabatannya sebagai Kapolsek Panipahan. Tak hanya Kapolsek, Kanit Reskrim Polsek Panipahan, Aipda Rahmat Ilyas, juga turut dinonaktifkan dari jabatannya, Senin (13/4/2026).

Keputusan berani ini diambil menyusul aksi unjuk rasa warga Panipahan, Rokan Hilir, yang berujung anarkis pada Minggu lalu. Pencopotan tersebut menjadi bentuk evaluasi mendalam dan tanggung jawab institusi atas kegagalan menjaga kondusivitas wilayah di tengah dinamika masyarakat.

Irjen Herry menegaskan bahwa jajaran pimpinan di tingkat Polsek seharusnya mampu membaca situasi agar aksi massa tidak berkembang menjadi tindakan tak terkendali. Menurutnya, setiap pemimpin wilayah memikul tanggung jawab penuh atas stabilitas keamanan di daerahnya.

“Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas,” ujar Irjen Herry.

Ia menekankan pentingnya kepekaan seorang pimpinan dalam merespons keresahan sosial. Ketika fungsi tersebut tidak berjalan optimal, Polda Riau tidak akan ragu untuk mengambil langkah korektif demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri.

Guna meredam ketegangan, Kapolres Rokan Hilir bersama Wakil Bupati telah turun langsung ke lokasi kejadian sejak awal kericuhan. Mereka merangkul tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk berdialog secara persuasif demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

“Kapolres bersama Wakil Bupati sudah turun langsung mengajak tokoh-tokoh masyarakat berdialog. Ini bagian dari pendekatan agar kondisi segera kondusif,” jelas Irjen Herry mengenai upaya penanganan cepat di lapangan.

Penguatan personel terus berlanjut hari ini dengan kehadiran Wakapolda Riau, Irwasda, hingga Kabid Propam di Panipahan. Kehadiran para pimpinan Polda Riau ini bertujuan untuk memastikan kehadiran negara dan melakukan pengawasan langsung terhadap pemulihan keamanan.

Irjen Herry juga memahami bahwa keresahan warga terhadap peredaran narkoba adalah persoalan serius yang harus segera dituntaskan. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak dilakukan dengan cara-cara yang melanggar hukum atau anarkis.

“Kami memahami keresahan masyarakat terkait narkoba, itu akan kami tindak secara tegas. Tetapi caranya harus sesuai aturan, bukan dengan tindakan anarkis,” pungkas jenderal bintang dua tersebut.

Saat ini, kondisi keamanan di Panipahan dilaporkan telah berangsur pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Kapolda mengimbau warga agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada pihak berwajib.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds