Dugaan Penyimpangan Program Makan Bergizi Gratis di Sungai Penuh Pasca Ledakan Gas
Sungai Penuh, MZK News – Dugaan penyimpangan operasional dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sungai Penuh kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat. Isu ini mencuat setelah adanya dugaan keterlibatan kendaraan operasional program tersebut dalam insiden ledakan gas LPG di kawasan Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, ledakan terjadi saat aktivitas bongkar muat tabung gas berlangsung di pinggir jalan nasional, tepat di depan gardu induk PLN Koto Lolo. Di lokasi tersebut, warga melihat sebuah kendaraan yang diduga mobil operasional MBG berada bersama mobil angkutan gas.
Kehadiran mobil operasional distribusi makanan dalam aktivitas bongkar muat bahan berbahaya memicu pertanyaan besar bagi publik. Pasalnya, secara prosedur, kendaraan program tersebut tidak diperuntukkan bagi kegiatan yang berkaitan dengan logistik energi atau bahan mudah terbakar.
Nahas, insiden ledakan dalam rangkaian aktivitas tersebut menyebabkan korban luka bakar yang cukup serius. Korban diketahui merupakan anak dari sopir kendaraan operasional yang sedang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Sejumlah pihak menilai jika keterlibatan kendaraan MBG terbukti benar, maka hal ini menunjukkan adanya kelemahan fatal pada fungsi pengawasan. Persoalan ini tidak lagi sekadar masalah teknis lapangan, melainkan sudah mengarah pada dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Pengurus bertanggung jawab atas operasional, sedangkan pengawas memastikan semua sesuai aturan. Jika ada aktivitas di luar SOP hingga timbul insiden, maka kedua peran ini harus dievaluasi serius,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (13/4/2026).
Selain itu, lokasi bongkar muat di jalur nasional yang padat lalu lintas dan dekat dengan fasilitas vital PLN dinilai sangat berisiko. Aktivitas tersebut dianggap mengabaikan aspek keselamatan masyarakat demi kemudahan distribusi yang tidak sesuai aturan.
Publik kini mendesak pengurus MBG Kota Sungai Penuh untuk memberikan klarifikasi terbuka. Masyarakat menuntut penjelasan terkait standar penggunaan kendaraan, mekanisme pengawasan, serta siapa pihak yang harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban.
Hingga saat ini, pihak pengurus maupun pengawas MBG Kota Sungai Penuh belum memberikan keterangan resmi. Begitu pula dengan pihak distributor gas yang belum menjelaskan detail prosedur keselamatan yang mereka terapkan saat insiden terjadi.
Para pengamat menegaskan bahwa investigasi transparan harus segera dilakukan untuk membenahi tata kelola program publik di Sungai Penuh. Langkah tegas sangat diperlukan agar anggaran negara dan aset program pemerintah tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang membahayakan nyawa warga.
Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina


