Sukses Digelar, Pesantren Kilat Masjid Nurul Iman Kampung Setu 2 Cetak Generasi Religius
Bogor, MZK News – Kegiatan pesantren kilat di Masjid Nurul Iman, Kampung Setu 2, sukses dilaksanakan dengan penuh antusiasme dari warga setempat. Acara ini menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa dan pemuda dalam membina karakter generasi muda melalui pendidikan agama.
Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari, terhitung sejak 2 hingga 9 Maret 2026, ini diikuti oleh puluhan anak-anak dan remaja. Para peserta mendapatkan berbagai materi keagamaan, mulai dari baca tulis Al-Qur’an hingga pembentukan akhlak mulia.
Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pembangunan sumber daya manusia yang berbasis religi. Pesantren kilat ini pun menjadi momentum kebersamaan yang mempererat hubungan antara pemuda dan orang tua di lingkungan tersebut.
Ketua pelaksana kegiatan, M. Ikbal, menjelaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin tahunan yang sudah memasuki tahun ke-6. Konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan pembinaan moral bagi anak-anak di Kampung Setu 2.
“Pesantren kilat ini bukan hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi menjadi upaya bersama dalam menjaga dan merawat generasi,” ujar M. Ikbal dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Ikbal menekankan bahwa nilai-nilai positif yang ditanamkan selama kegiatan diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan begitu, pondasi agama yang kuat dapat berkontribusi pada kemajuan daerah dan bangsa di masa depan.
Lebih lanjut, pihak penyelenggara berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir agar kegiatan serupa dapat berkembang lebih luas. Fokus utamanya tetap pada pembentukan generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan peduli lingkungan.
Melalui keberhasilan pesantren kilat ini, mahasiswa dan pemuda setempat membuktikan peran aktif mereka dalam membangun lingkungan yang positif. Penguatan nilai keagamaan pun kini menjadi pondasi kokoh bagi masa depan generasi penerus di wilayah tersebut.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina


