Mudik Lebaran 2026: ASDP Terapkan Tarif Tunggal dan Diskon Tiket 21,9 Persen
Jakarta, MZK News – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi meluncurkan kebijakan baru untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Perusahaan plat merah ini memperkenalkan sistem single tariff atau tarif tunggal serta pemberian stimulus berupa potongan harga tiket secara masif.
Kebijakan ini dirancang untuk menyederhanakan layanan penyeberangan agar lebih praktis bagi masyarakat. Dengan sistem baru ini, klasifikasi antara tiket reguler dan eksekutif ditiadakan, sehingga proses pemesanan menjadi jauh lebih cepat.
Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Theodore Natalianto Lasse, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk adaptasi perusahaan terhadap kebutuhan pemudik. Ia berharap kemudahan ini dapat mengurangi kebingungan penumpang saat bertransaksi di aplikasi Ferizy.
“Melalui kebijakan single tariff ini, pengguna jasa tidak perlu lagi memilih antara tiket reguler atau eksekutif. Harapannya layanan menjadi lebih sederhana dan memudahkan masyarakat,” ujar Rio dalam acara media gathering di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Selain kemudahan prosedur, ASDP juga memberikan potongan harga tiket sebesar 21,9 persen dari tarif normal. Stimulus tarif ini berlaku mulai 12 Maret hingga 21 Maret 2026 pada sejumlah lintasan penyeberangan utama di Indonesia.
Pemberian diskon di awal masa mudik ini bertujuan untuk memecah kepadatan penumpang agar tidak menumpuk di hari puncak. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat diharapkan mau melakukan perjalanan lebih awal.
“Dengan adanya stimulus tarif ini, rata-rata pengguna jasa bisa mendapatkan manfaat lebih dari 21 persen dari tarif yang berlaku,” jelas Rio mengenai keuntungan finansial bagi para pemudik.
Meski fokus pada pelayanan dan harga, Rio menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi fondasi utama operasional ASDP. Seluruh penumpang wajib tercatat dalam manifest secara akurat demi jaminan perlindungan asuransi selama perjalanan.
“Target utama yang harus kita pastikan adalah safety. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya. Hal ini didukung dengan kesiapan armada kapal dan infrastruktur pelabuhan yang telah melalui uji kelaikan ketat.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, ASDP menyiagakan Port Operation Control Center (POCC). Sistem digital ini memungkinkan petugas memantau pergerakan kapal dan antrean kendaraan secara real-time guna mencegah kemacetan panjang di area pelabuhan.
Puncak arus mudik sendiri diprediksi akan terjadi pada 17–18 Maret untuk lintasan Jawa, dan berlanjut hingga 26 Maret di lintasan lainnya. ASDP juga melakukan penyesuaian khusus pada rute Ketapang–Gilimanuk karena adanya perayaan Hari Raya Nyepi.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: InfoPublik


