DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Neraca Perdagangan Riau Januari 2026 Surplus USD1,22 Miliar, Ekspor Nonmigas Melejit

Pekanbaru, MZK News – Neraca perdagangan Provinsi Riau mengawali tahun 2026 dengan catatan positif. Pada Januari 2026, Riau berhasil membukukan surplus sebesar USD1,22 miliar yang didominasi oleh kekuatan sektor nonmigas.

Sektor nonmigas menyumbang surplus sebesar USD1,20 miliar, sementara sektor migas memberikan kontribusi tambahan sebesar USD15,00 juta. Capaian ini mempertegas posisi Riau sebagai salah satu pilar ekspor nasional.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa meskipun surplus tetap terjaga, angka ini mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu. Terdapat selisih sebesar USD175,69 juta jika disandingkan dengan capaian Januari 2025.

“Nilai ekspor Riau pada Januari 2026 mencapai USD1,85 miliar atau naik 23,16 persen dibandingkan Januari 2025,” ujar Asep Riyadi melalui keterangan pers, Senin (2/3/2026).

Pendorong utama lonjakan ekspor ini adalah komoditas lemak dan minyak hewan/nabati yang tumbuh drastis sebesar 75,77 persen. Di sisi lain, ekspor ke negara tujuan utama seperti Tiongkok, India, dan Pakistan tetap menjadi motor penggerak ekonomi Bumi Lancang Kuning.

Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 33,75 persen dari total ekspor nonmigas Riau. Tiongkok menempati urutan pertama sebagai negara tujuan dengan nilai transaksi mencapai USD244,12 juta.

Namun, pertumbuhan ekspor ini dibarengi dengan lonjakan nilai impor yang cukup signifikan mencapai 494,97 persen. Menariknya, kenaikan impor terbesar didorong oleh pengadaan barang modal berupa kapal terbang dan bagiannya.

“Kenaikan impor terbesar terjadi pada komoditas kapal terbang dan bagiannya sebesar USD398,19 juta,” imbuh Asep menjelaskan dinamika impor daerah.

Negara pemasok impor terbesar bagi Riau di awal tahun ini adalah Prancis, disusul oleh Tiongkok dan Kanada. Secara keseluruhan, struktur ekonomi Riau tetap kokoh dengan pertumbuhan hasil industri pengolahan yang naik hampir 30 persen.

Hasil ini sejalan dengan tren nasional di mana neraca perdagangan Indonesia juga mencatatkan surplus pada angka yang sama. Pemerintah berharap tren positif ekspor nonmigas ini terus berlanjut guna menjaga stabilitas ekonomi daerah sepanjang tahun 2026.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina
Sumber: InfoPublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds