
Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang, Rumpun Bambu Roboh Timpa Jalan Lingkungan di Air Hangat Timur
Kerinci, MZK News – Puluhan pohon bambu tumbang menutupi jalan lingkungan di Desa Simpang Empat Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Senin (21/9/2026). Peristiwa ini dipicu oleh tergerusnya struktur tanah akibat guyuran hujan deras yang disertai angin kencang di wilayah tersebut.
Akibat kejadian ini, akses transportasi darat mengalami kelumpuhan total karena batang-batang bambu berukuran besar melintang rapat di tengah badan jalan. Kondisi tersebut mengancam aktivitas ekonomi warga sekitar yang menggantungkan mobilitas harian mereka pada jalur tersebut.
Salah seorang warga setempat, Agung, menceritakan bahwa potensi robohnya rumpun bambu tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Kondisi tanah di sekitar perakaran bambu semakin labil hingga akhirnya tumbang diterjang angin kencang saat hujan deras berlangsung.
“Pohon bambu itu sebelumnya sudah kelihatan mau roboh. Pas hujan dan angin kencang sekarang, akhirnya kejadian roboh,” ujar Agung saat berada di lokasi kejadian.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, terputusnya akses jalan membawa dampak signifikan bagi mata pencaharian warga. Kendaraan pengangkut hasil ternak dan komoditas pertanian, seperti ribuan kilogram ayam, kini terhenti total dan tidak dapat melintas.
Pihak Pemerintah Desa setempat bersama jajaran Polsek telah bergerak cepat mengontak Dinas PUPR Kabupaten Kerinci untuk memohon bantuan penanganan. Namun, hingga saat ini bantuan alat berat belum dapat diterjunkan ke lokasi karena armada masih dipergunakan untuk pengerjaan proyek lain.
“Ekonomi masyarakat terancam lumpuh karena ribuan kilo ayam melewati akses jalan ini. Pihak PUPR belum bisa memberikan alat berat dengan alasan masih dipakai,” tambah warga lainnya.
Warga sangat berharap Dinas PUPR dapat segera memprioritaskan bantuan alat berat untuk menyingkirkan material rumpun bambu yang tebal. Proses pembersihan manual dengan peralatan seadanya dinilai memakan waktu lama dan tidak optimal untuk mengembalikan kelancaran lalu lintas.
Untuk sementara waktu, arus lalu lintas di lokasi hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki. Petugas kepolisian bersama warga dan aparatur desa terus bergotong royong melakukan evakuasi dengan alat seadanya serta memberlakukan sistem buka-tutup terbatas.
Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina

