
Perkuat Nilai Keislaman dan Sastra, LAMR Kepulauan Meranti Bedah Buku Cerita Melayu di Ponpes Darul Fikri
Selatpanjang, MZK News – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Kebudayaan Melayu, Syarahan Sastra Budaya, dan Bedah Buku Cerita Melayu. Agenda edukatif ini berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Darul Fikri Selatpanjang, Rabu (9/9/2026).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan program berkala lembaga adat. Program tersebut dirancang untuk merawat serta mengedukasi generasi muda mengenai warisan kebudayaan Melayu.
Datuk Seri Afrizal menjelaskan bahwa kajian di tingkat pendidikan dasar dan menengah sengaja difokuskan pada aspek sastra budaya. Bedah buku cerita Melayu dihadirkan agar para santri dapat memahami bahwa karya sastra Melayu selalu tumbuh selaras dengan ajaran Islam.
“Guna kegiatan ini supaya para santri dapat memahami bagaimana sebuah karya sastra Melayu itu lahir tentu beriringan dengan sendi-sendi keislaman,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fikri, Datuk Buya H. Ahmad Fauzi, menyambut hangat inisiatif dan kerja sama yang dibangun oleh jajaran pengurus LAMR Kepulauan Meranti. Pihaknya menilai materi yang disampaikan memberikan wawasan bernilai tinggi bagi masa depan para santri.
“Alhamdulillah, kegiatan Syarahan Sastra Budaya dapat terlaksana di sini. Kami yakin kegiatan ini memberikan banyak tunjuk ajar dan ilmu kepada santri kami,” ungkap Datuk Buya H. Ahmad Fauzi.
Kegiatan ini turut dihadiri Penyelaras Bidang Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan LAMR Datuk Khairan Efendi, M.Pd.I., Kepala SMA IT Darul Fikri Dr. Amrul Fahmi, M.Pd.I., serta Kepala SMP IT Umi Fatmi Hayati, S.Ag., M.Pd. Sebanyak 90 santri tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Rangkaian acara sosialisasi kebudayaan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan tanda mata dari pengurus LAMR Kepulauan Meranti kepada pihak pesantren. Sinergi ini diharapkan terus berkelanjutan demi melestarikan khazanah budaya lokal di tanah Jantan.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina
