DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Bupati Aceh Barat Minta Coret Program yang Tak Sesuai RPJMD

Aceh Barat, MZK News – Bupati Aceh Barat Tarmizi menghadiri Rapat Paripurna ke-V Masa Sidang II di ruang sidang utama DPRK Aceh Barat, Selasa (11/8/2026). Agenda rapat ini berfokus pada penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap penetapan rancangan perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRK Aceh Barat. Apresiasi disampaikan atas tuntasnya pembahasan Perubahan KUA-PPAS yang melibatkan Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRK dan Banggar Pemerintah Kabupaten.

Seluruh pandangan, masukan, serta saran kritis dari fraksi-fraksi dinilai sebagai catatan strategis untuk perbaikan kinerja pemerintah daerah. Oleh karena itu, jajaran eksekutif berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan yang telah disepakati bersama.

“Semua pandangan, saran dan masukan dari seluruh fraksi menjadi catatan penting bagi kami. Kami minta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menindaklanjutinya,” kata Tarmizi di hadapan para peserta rapat.

Ia juga menginstruksikan agar tahapan pembahasan anggaran perubahan segera berlanjut dengan tetap mengacu pada arah pembangunan daerah. Penyelarasan anggaran dinilai penting agar penggunaan dana daerah efisien dan tepat sasaran.

Tarmizi secara tegas mengingatkan pentingnya memastikan seluruh program dalam anggaran perubahan tetap mengacu pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kebijakan ini diambil guna menjamin manfaat program dapat dirasakan langsung oleh warga.

“Kalau ada program yang tidak sesuai dengan RPJMD, tidak sesuai dengan visi dan misi bupati, serta tidak menjawab keluhan masyarakat, dicoret semua,” tegas Tarmizi memberikan arahan.

Di tengah kondisi fiskal daerah yang relatif terbatas, ia mengajak DPRK, pemerintah daerah, dan unsur Forkopimda Aceh Barat untuk mempererat komunikasi. Kerja sama yang solid antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci dalam mengatasi tantangan ekonomi daerah.

Melalui sinergi yang kuat, Tarmizi optimistis seluruh kendala anggaran dapat teratasi demi kesejahteraan masyarakat Aceh Barat.

“Insyaallah, meskipun kondisi fiskal lemah dan keuangan semakin berat, kita pasti bisa menghadapinya bersama-sama,” ujar Tarmizi memungkas keterangannya.

Reporter: M. Akbar
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *