
Dominasi Evakuasi Ular dan Tawon, Damkar Sungai Penuh Tangani 26 Kasus Non-Kebakaran
Sungai Penuh, MZK News – Bukan hanya berjibaku memadamkan api, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Sungai Penuh juga aktif menangani puluhan kasus penyelamatan non-kebakaran. Laporan evakuasi ular dan sarang tawon menjadi yang paling dominan diterima petugas seiring meningkatnya kesadaran warga dalam meminta bantuan penanganan darurat.
Berdasarkan data Satpol PP dan Damkar Kota Sungai Penuh, terdapat 26 kasus non-kebakaran yang telah berhasil ditangani sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Sebagian besar kasus melibatkan evakuasi hewan liar dan serangga berbahaya yang mengganggu keamanan serta keselamatan aktivitas warga.
Kepala Bidang Pemadam, Penyelamatan, Sarana, dan Prasarana, Helmi Afrizal, mengonfirmasi bahwa evakuasi sarang tawon dan ular masih mendominasi total laporan yang masuk. Guna mengatasi keterbatasan yang ada, para petugas di lapangan dituntut untuk terus mengasah kemampuan secara mandiri.
“Untuk meningkatkan kemampuan personel, petugas terus belajar dari pengalaman Damkar daerah lain serta memanfaatkan materi pelatihan digital sebagai bekal di lapangan,” ujar Helmi pada Jumat (7/8/2026).
Helmi menambahkan, proses penyelamatan darurat akan jauh lebih cepat, aman, dan maksimal apabila didukung penambahan sarana dan prasarana yang memadai. Kelengkapan peralatan penunjang sangat krusial bagi keselamatan petugas maupun satwa yang dievakuasi.
Sebagai langkah antisipasi, pihak Damkar meminta warga tidak ragu melaporkan segala bentuk kondisi darurat yang mengancam keselamatan. Layanan siaga telah disiapkan guna memberikan respons cepat terhadap setiap aduan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak segan menghubungi call center Damkar Kota Sungai Penuh di nomor 0748-23113 jika terjadi kejadian kebakaran maupun non-kebakaran,” tutup Helmi.
Kesiapsiagaan petugas selama 24 jam diharapkan dapat memberikan rasa aman yang berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Sungai Penuh. Sinergi antara laporan cepat masyarakat dan kesiapan personel menjadi kunci sukses penanganan berbagai potensi bahaya di lingkungan pemukiman.
Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina
