DaerahFEATUREDKepolisianNewsRegionalTOP STORIES

Hari Bhayangkara ke-80: Kapolres Meranti Beri Penghargaan Penyelamat Mangrove ke Ketua LAMR

Selatpanjang, MZK News – Penguatan sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga adat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup terus dioptimalkan di wilayah pesisir. Langkah taktis ini digalakkan guna membendung dampak abrasi pantai sekaligus merawat warisan kearifan lokal secara berkelanjutan.

Polres Kepulauan Meranti merealisasikan komitmen tersebut dengan memberikan apresiasi tinggi kepada tokoh yang dinilai berjasa bagi ekologi daerah. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., menganugerahkan Piagam Penghargaan kepada Ketua Umum DPH LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si.

Prosesi penyerahan penghargaan bersejarah ini berlangsung di tengah kekhidmatan Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang. Piagam diserahkan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, dengan didampingi jajaran Forkopimda.

Datuk Seri Afrizal Cik mendapatkan apresiasi tersebut atas dedikasi nyata dan konsistensinya dalam mengupayakan pemulihan ekosistem hutan mangrove. Budayawan sekaligus sastrawan Riau ini secara cerdas terus menyuarakan isu pelestarian alam melalui karya roman dan bait pantun ciptaannya.

Di bawah arahannya, LAMR Kepulauan Meranti juga masif menginisiasi berbagai program lingkungan seperti Susur Sungai Jelajah Kampung hingga aksi penanaman bibit bakau. Langkah ini berjalan selaras dengan visi besar Kapolda Riau dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi lancang kuning.

“Pelestarian adat budaya tidak berarti tanpa menjaga alam sebagai tempatnya bernaung. Program Green Policing dengan semboyan Menjaga Tuah, Melindungi Marwah sangat kami dukung,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik usai menerima piagam.

Aksi nyata Datuk Seri Afrizal Cik dalam merawat pesisir laut ini pun memantik respons positif dari kalangan media massa yang fokus pada isu lingkungan. Pendekatan kultural yang digabungkan dengan aksi penanaman di lapangan dinilai sebagai kombinasi edukasi yang sangat tepat sasaran.

“Atas kegigihannya mengupayakan penyelamatan alam, lingkungan, khususnya ekosistem mangrove, baik secara langsung maupun melalui karya-karya sastranya, memang pantas Datuk Seri Afrizal Cik menerima penghargaan ini,” ungkap Rosbinner Hutagaol, Pemimpin Redaksi riau21.com.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, LAMR berharap kemitraan strategis antara masyarakat adat dan Polri dapat terus dipererat ke depan. Upacara peringatan ini ditutup dengan meriah melalui berbagai pertunjukan seni budaya serta pembagian hadiah lomba bagi warga lokal.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *