Perkuat Militer ASEAN, Wamenhan Donny Ermawan Terima Kunjungan Kehormatan Delegasi Malaysia
Jakarta, MZK News – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) terus berkomitmen mempererat kemitraan militer demi menjaga stabilitas keamanan di Asia Tenggara. Langkah strategis ini dipertegas melalui pertemuan bilateral tingkat tinggi bersama jajaran pertahanan negara tetangga.
Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan, menerima kunjungan kehormatan dari Deputy Secretary General (Policy) Kementerian Pertahanan Malaysia, H.E. Datuk Mohd Yani bin Daud. Pertemuan tersebut berlangsung hangat di ruang kerja Wamenhan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Dialog bilateral ini berfokus pada peningkatan kerja sama pertahanan strategis antarkedua negara serumpun. Selain itu, kedua pihak mendiskusikan penguatan peran sentral ASEAN dalam menghadapi berbagai dinamika ancaman keamanan kawasan yang kian kompleks.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi Malaysia menyampaikan komitmen kuatnya untuk mendongkrak kualitas kemitraan militer. Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah optimalisasi hasil kesepakatan lewat forum ASEAN Defense Ministers’ Meeting Plus (ADMM-Plus).
Pihak Malaysia juga melemparkan wacana taktis berupa penyelenggaraan latihan militer bersama skala besar. Agenda tersebut rencananya akan melibatkan seluruh negara anggota ASEAN beserta jajaran negara mitra strategis (dialogue partners).
Merespons draf usulan tersebut, Wamenhan RI Donny Ermawan langsung menyampaikan ucapan selamat atas keketuaan Malaysia di ASEAN tahun ini. Pihaknya menegaskan komitmen penuh Indonesia untuk menyukseskan agenda latihan bersama tersebut.
“Indonesia menyambut baik inisiatif ini dan siap mendukung penuh rencana latihan bersama pertahanan regional. Kolaborasi ini menjadi instrumen penting untuk menyelaraskan doktrin taktis militer di kawasan,” ujar Wamenhan Donny Ermawan di hadapan delegasi Malaysia.
Terkait penguatan sektor industri dan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), Kemhan RI memberikan sinyal hijau. Inisiatif modernisasi alutsista ini dinilai sebagai bentuk nyata dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) pertahanan yang telah disepakati sejak tahun 2022 lalu.
Optimalisasi pedoman kerja sama ini diharapkan mampu memicu transfer teknologi yang saling menguntungkan antarmatra. Hubungan bilateral yang kokoh ini diproyeksikan terus memberikan kontribusi positif bagi kepentingan kedaulatan nasional kedua negara serta perdamaian regional.
Dalam memimpin pertemuan berkadar diplomasi militer ini, Wamenhan Donny Ermawan turut didampingi oleh sejumlah pejabat utama. Di antaranya adalah Dirjen Strahan Kemhan, Deputi Bidang Geostrategi DPN, Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan, dan Dirindhan Ditjen Pothan Kemhan.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemhan RI

