FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Perkuat Edukasi Publik, Kemenag Ajak Wali Santri dan Alumni Suarakan Praktik Baik Pesantren

Jakarta, MZK News – Lembaga pendidikan pesantren terbukti telah melahirkan jutaan santri berakhlak mulia selama beratus-ratus tahun di Indonesia. Guna mempertahankan reputasi tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) bergerak cepat memperkuat gerakan Pesantren Ramah Anak di seluruh wilayah tanah air.

Langkah strategis ini dibahas mendalam dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) yang digelar secara daring, Jumat (29/5/2026). Forum ini menekankan pentingnya pelibatan aktif dari ekosistem terkecil pesantren, khususnya para wali santri dan alumni, untuk membagikan pengalaman positif mereka.

Agenda virtual tersebut diikuti oleh ratusan perwakilan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, pimpinan organisasi Ma’had Aly, serta berbagai jejaring pondok pesantren nasional. Pertemuan ini menyepakati perlunya standardisasi pola pengasuhan yang aman dan inklusif.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Basnang Said, menegaskan bahwa pesantren memiliki akar tradisi yang panjang dalam membentuk karakter bangsa. Oleh sebab itu, testimoni objektif dari masyarakat yang merasakan langsung sistem asrama perlu diamplifikasi ke ruang publik.

“Pesantren selama ini telah menjadi ruang tumbuh bagi jutaan santri di Indonesia. Berbagai praktik baik dalam pengasuhan, pendidikan akhlak, pembinaan karakter, serta perlindungan anak perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui kesaksian nyata,” ujar Basnang Said.

Basnang mengajak seluruh jajaran Kemenag di pusat maupun daerah untuk mulai menggerakkan basis massa alumni agar lebih vokal di media sosial. Narasi positif yang faktual dan berbasis pengalaman riil dinilai efektif untuk menangkal sentimen negatif serta memberikan pemahaman publik yang utuh.

Melalui keterbukaan informasi ini, Kemenag optimistis kepercayaan orang tua untuk menitipkan anaknya di lembaga keagamaan Islam akan semakin kokoh. Di sisi lain, manajemen internal pondok juga dituntut terus berbenah dalam menerapkan sistem pengawasan santri yang humanis.

“Edukasi publik ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran bersama bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab kolektif yang harus didukung oleh seluruh unsur pesantren, keluarga, masyarakat, dan pemerintah,” tandas Basnang mengakhiri arahannya.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenag RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *