Dilempar Bocah di Bawah Umur, Mata Kanan Siswa di Sungai Penuh Buta dan Jempol Kaki Putus
Sungai Penuh, MZK News – Nasib pilu menimpa Galang Saputra (12), seorang siswa malang asal Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. Bocah tersebut kini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur akibat cedera parah pada mata kanannya.
Kondisi memprihatinkan ini terjadi setelah Galang diduga menjadi korban aksi pelemparan oleh tiga anak di bawah umur pada Maret 2026 lalu. Kejadian bermula saat korban sedang mengendarai sepeda motor di jalan raya, lalu tiba-tiba dihadang oleh para pelaku yang menaiki sepeda.
Secara tidak terduga, ketiga pelaku melempar korban menggunakan benda keras. Lemparan tersebut bersarang telak di mata kanan Galang hingga membuatnya hilang kendali dan terjatuh dari sepeda motor dengan benturan yang sangat keras.
Dampak dari insiden brutal tersebut sangat fatal bagi masa depan Galang. Benturan benda keras membuat saraf mata kanannya mengalami keretakan serius, yang berujung pada hilangnya fungsi penglihatan atau buta permanen.
Penderitaan korban tidak berhenti di situ saja karena luka fisik akibat terjatuh dari motor juga sangat berat. Jari jempol kaki kanan Galang dilaporkan putus akibat tergerus aspal jalan saat kecelakaan terjadi.
“Anak saya terkena di mata kanan. Kata dokter, saraf matanya retak dan sekarang sudah tidak bisa melihat lagi,” ujar ibu korban, Setiawati, sembari menahan tangis di kediamannya, Rabu (20/5/2026).
Hingga saat ini, kondisi kesehatan Galang belum juga menunjukkan tanda-tanda pulih total. Ia terpaksa melewatkan agenda ujian sekolah yang krusial karena masih harus menjalani perawatan intensif di rumahnya.
Situasi pelik ini menjadi pukulan telak bagi pihak keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi. Selain harus menanggung biaya pengobatan yang besar, mereka didera kecemasan karena Galang terancam putus sekolah akibat tertinggal materi pelajaran.
Pihak keluarga kini menaruh harapan besar pada jajaran Polres Sungai Penuh agar keadilan dapat ditegakkan. Meskipun para pelaku masih berstatus di bawah umur, proses hukum diharapkan tetap berjalan sesuai regulasi peradilan anak yang berlaku.
“Kasusnya sekarang sedang ditangani pihak kepolisian,” jelas Setiawati menerangkan kelanjutan laporan hukum yang sudah ia layangkan.
Keluarga korban juga mengetuk pintu hati para dermawan dan pemerintah daerah setempat untuk mengulurkan bantuan. Galang sangat membutuhkan penanganan medis spesialis serta dukungan psikologis agar dapat melanjutkan pendidikannya kembali.
Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina

