DaerahFEATUREDKepolisianNewsRegionalTOP STORIES

Tragedi Tambang Emas Sijunjung: Tebing Longsor, 9 Pekerja Tewas Tertimbun

Sijunjung, MZK News – Peristiwa tragis melanda lokasi penambangan emas tradisional di Sintuk, Jorong Taratak Betung, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Tebing di area penambangan tiba-tiba longsor dan menimbun sembilan orang pekerja hingga meninggal dunia pada Kamis (14/5/2026) siang.

Kapolres Sijunjung, AKBP Willian Harbensyah, S.I.K., M.H., membenarkan adanya musibah mematikan tersebut. Menurutnya, insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat para korban tengah mendulang emas menggunakan mesin dompeng.

Berdasarkan penyelidikan awal, terdapat 12 pekerja yang berada di lokasi saat cuaca sedang terik. Tanpa diduga, tebing curam yang berjarak sekitar 30 meter dari titik aktivitas penambangan runtuh secara masif dan langsung menyapu para pekerja.

“Benar, telah terjadi longsor tebing pada lokasi tambang tradisional yang mengakibatkan sembilan orang pekerja tertimbun material longsoran dan meninggal dunia,” ujar AKBP Willian Harbensyah saat dikonfirmasi.

Dalam situasi mencekam tersebut, tiga orang pekerja beruntung karena berhasil meloloskan diri dari terjangan material tanah. Namun, sembilan rekan mereka tidak sempat menghindar dan langsung tertimbun material tanah serta bebatuan berat.

Warga sekitar yang histeris melihat kejadian langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan darurat. Proses evakuasi dipercepat dengan mengerahkan dua unit alat berat ekskavator ke titik longsoran.

Tim gabungan berhasil mengevakuasi lima korban pertama dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 13.00 WIB. Jasad para korban langsung dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka masing-masing untuk segera disemayamkan.

Pencarian kemudian dilanjutkan oleh personel Polres Sijunjung dan Polsek Koto VII bersama masyarakat dengan menambah satu unit alat berat. Empat korban terakhir akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB, juga dalam kondisi meninggal dunia.

“Seluruh korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelas Kapolres Sijunjung menambahkan rincian evakuasi.

Adapun sembilan korban tewas diidentifikasi berinisial AT (23), HRH (23), IJ (19), MN (22), WA (21), DA (42), MF (22), ACM (43), dan DL (40). Sementara tiga korban selamat berinisial IKW (51), IJ (53), dan EL (40).

Seluruh pekerja dan pemilik tambang berinisial N.K.M (46) merupakan warga setempat asal Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII. Kapolres menegaskan, pihaknya sudah berulang kali melakukan penertiban dan sosialisasi mengenai bahaya penambangan emas tanpa izin (PETI) ini.

“Kami telah sering melakukan penertiban dan edukasi agar masyarakat tidak melakukan penambangan tanpa izin karena berisiko tinggi. Namun, imbauan tidak dihiraukan karena faktor pemenuhan ekonomi,” ungkap AKBP Willian.

Saat ini, Satreskrim Polres Sijunjung bersama Unit Reskrim Polsek Koto VII telah memasang garis polisi di lokasi kejadian. Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan dan penyidikan hukum akan berjalan tegas sesuai prosedur yang berlaku.

Reporter: Chris Gangga Lala Pari
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *