DaerahFEATUREDKepolisianNewsRegionalTOP STORIES

Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Teluk Meranti Gelar Panen Raya Jagung Pipil

Pelalawan, MZK News – Polsek Teluk Meranti bersama unsur pemerintah kecamatan dan masyarakat sukses menggelar panen raya jagung pipil kuartal II di Desa Kuala Panduk, Kabupaten Pelalawan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (7/5/2026) ini merupakan langkah nyata dalam mendukung target swasembada pangan nasional 2026.

Panen raya yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut bertempat di lahan produktif milik warga bernama H.M. Yakup. Lahan seluas satu hektare tersebut menjadi saksi kuatnya sinergi antara kepolisian, pemerintah, kelompok tani, hingga pihak perusahaan swasta.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam agenda ini, di antaranya Kapolsek Teluk Meranti IPDA Vicki Rizky, S.H., Camat Teluk Meranti Raja Eka Putra, serta Ketua Kelompok Tani Jasa Beringin, A. Bakar. Dukungan juga datang dari Humas PT GCN yang turut hadir memantau jalannya panen.

Camat Teluk Meranti, Raja Eka Putra, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan para petani dalam mengelola lahan. Ia menilai kualitas jagung yang dihasilkan musim ini sangat kompetitif dan mampu bersaing di pasar.

“Hasil panen kali ini luar biasa bagus. Jagung yang dihasilkan berkualitas dan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Kuala Panduk sangat serius dalam mendukung program ketahanan pangan,” ujar Raja Eka Putra dengan bangga.

Senada dengan Camat, Kapolsek Teluk Meranti IPDA Vicki Rizky memuji semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat. Ia menilai kemandirian dalam sektor pertanian adalah kunci utama peningkatan ekonomi di tingkat desa.

“Keberhasilan panen jagung ini merupakan bukti nyata bahwa masyarakat memiliki semangat kerja keras dan kemandirian. Jagung menjadi komoditas penting yang mampu menjaga ketersediaan pangan di wilayah kita,” kata IPDA Vicki.

Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa Polri akan terus hadir sebagai mitra strategis bagi para petani. Pihaknya berkomitmen mendukung setiap kegiatan positif yang berorientasi pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan petani. Kami berharap desa ini menjadi contoh desa produktif dan mandiri,” tambahnya.

Sebagai tahap pasca-panen, jagung pipil yang telah dipetik akan melalui proses pengeringan selama tiga hari. Setelah kering, biji jagung akan dipisahkan dari bonggolnya untuk kemudian didistribusikan guna memenuhi kebutuhan pangan dan pasar lokal.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *