Target 1.000 Desa Wisata Jateng 2027: Taj Yasin Siapkan 1.000 Konten Kreator Lokal
Semarang, MZK News – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi menetapkan sektor pariwisata berbasis desa dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak utama pembangunan daerah pada tahun 2027. Langkah ini diambil guna mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat pascapandemi.
Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Pemprov menargetkan pengembangan 1.000 desa wisata yang didukung penuh oleh pemberdayaan 1.000 konten kreator lokal. Strategi ini bertujuan memperkuat promosi digital destinasi wisata Jateng hingga ke kancah mancanegara.
Target strategis tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat membuka Musrenbang Provinsi Jateng di Grhadhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (28/4/2026). Ia menekankan pentingnya konektivitas antarwilayah untuk mendukung pariwisata berkelanjutan.
“Kita menargetkan pembentukan 1.000 desa atau kampung wisata yang terintegrasi. Untuk mendukung itu, kita siapkan 1.000 konten kreator guna memperkuat promosi destinasi,” ujar Taj Yasin di hadapan para kepala daerah.
Gus Yasin, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa konsep pariwisata 2027 akan lebih inklusif dan ramah muslim. Pemprov berkomitmen memastikan fasilitas publik di tempat wisata ramah bagi perempuan, anak-anak, serta penyandang disabilitas.
Pembangunan sektor wisata ini juga disinkronkan dengan penguatan ekonomi syariah melalui program “Kecamatan Berdaya”. Program ini dirancang untuk mendekatkan layanan pemberdayaan ekonomi hingga ke tingkat akar rumput di seluruh kabupaten/kota.
Langkah inovatif ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menyebut Jawa Tengah memiliki kapasitas fiskal yang kuat dan menduduki peringkat ke-6 secara nasional.
“Jateng telah keluar dari pola pikir lama (out of the box) dengan tidak hanya bertumpu pada dana pusat, tetapi terus berinovasi mengungkit ekonomi melalui sektor kreatif,” puji Bima Arya.
Senada dengan hal tersebut, Menteri PPN RI/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai posisi Jateng sangat strategis dalam agenda reindustrialisasi nasional. Pertumbuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jateng diyakini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Jika Kawasan Ekonomi Khusus terus tumbuh di sini, maka Jawa Tengah akan menjadi pusat reindustrialisasi dalam perencanaan ekonomi nasional kita,” tegas Rachmat penuh optimisme.
Musrenbang ini turut melibatkan berbagai kelompok strategis, mulai dari 35 kepala daerah hingga forum anak dan disabilitas. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perencanaan pembangunan tahun 2027 berjalan inklusif dan menjawab kebutuhan riil seluruh lapisan masyarakat.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Pemprov Jateng


