DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Analisis Haidar Alwi: Sinergi Prabowo dan Kapolri di Hambalang Jadi Fondasi Stabilitas Nasional

Jakarta, MZK News – Pengamat politik Ir. R. Haidar Alwi, M.T., memberikan tanggapan positif terkait pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Hambalang, Bogor. Pertemuan empat mata yang berlangsung selama satu jam tersebut dinilai sebagai koordinasi strategis demi keamanan nasional.

Haidar menilai bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi kelangsungan pembangunan di Indonesia. Menurutnya, tanpa jaminan keamanan dan ketertiban, program-program strategis pemerintah seperti ketahanan pangan dan investasi tidak akan berjalan maksimal.

Dalam pertemuan itu, Kapolri melaporkan berbagai program prioritas, termasuk transformasi digital layanan publik dan reformasi sistem rekrutmen anggota. Langkah ini dipandang sebagai upaya serius Polri dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat modern yang menginginkan transparansi.

Haidar Alwi menekankan bahwa hubungan antara kepala negara dan pimpinan institusi keamanan harus memberikan dampak nyata bagi ketenangan rakyat. Hal ini ia sampaikan saat meninjau hasil koordinasi lintas sektor antara Polri dan berbagai kementerian.

“Hubungan antar pemimpin negara tidak boleh diukur dari seberapa sering bertemu, tetapi dari seberapa besar ketenangan yang dirasakan rakyat setelahnya,” tegas Haidar Alwi, yang juga merupakan Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, Minggu (26/04/2026).

Ia menambahkan bahwa jika koordinasi tersebut mampu melahirkan perlindungan dan pelayanan yang membaik, maka kepercayaan publik terhadap kekuasaan akan semakin kuat. Haidar juga menyoroti pentingnya kepastian hukum sebagai daya tarik investasi di Indonesia.

“Tidak ada pembangunan tanpa keamanan. Tidak ada investasi tanpa kepastian hukum. Tidak ada distribusi pangan yang lancar tanpa ketertiban di lapangan,” ujar Haidar menjelaskan keterkaitan stabilitas dengan ekonomi.

Terkait kritik masyarakat terhadap institusi Polri, Haidar menganggap hal tersebut sebagai kewajaran dalam iklim demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar publik tetap objektif dan berani mengakui setiap pencapaian serta perbaikan layanan yang telah dilakukan.

Menurut Haidar, kritik yang membangun harus selalu membawa solusi demi kemajuan bangsa. Ia mengajak masyarakat untuk bersikap jujur terhadap fakta-fakta keberhasilan yang diraih institusi keamanan dalam menjaga kedaulatan negara.

“Bangsa maju dibangun oleh warga yang berani menegur kesalahan, tapi juga berani mengakui keberhasilan. Kejujuran kepada fakta adalah patriotisme yang sering dilupakan,” jelas Pencetus Gerakan Nasional Rakyat Bantu Rakyat ini.

Menutup pernyataannya, Haidar menegaskan bahwa kekuatan strategis negara yang sesungguhnya adalah ketika rakyat merasa aman di rumah sendiri. Ia berharap sinergi ini terus diperkuat agar kehadiran negara benar-benar terasa di setiap lapisan masyarakat.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This will close in 0 seconds

Enable Notifications OK No thanks