Dugaan Kelalaian Medis RSUP M. Djamil: AMPKP Desak Kemenkes RI Turun Tangan
Jakarta, MZK News – Aliansi Mahasiswa Pemerhati Kebijakan Publik (AMPKP) secara tegas mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk segera mengambil langkah luar biasa, Minggu (19/4/2026). Desakan ini menyusul dugaan kelalaian medis di RSUP M. Djamil Padang yang menyebabkan meninggalnya seorang pasien anak bernama Alceo.
Peristiwa memilukan yang menimpa buah hati pasangan Doris Flantika dan Nuri Khairma ini dinilai bukan sekadar insiden biasa. Bagi AMPKP, kasus ini adalah alarm keras bagi sistem pelayanan kesehatan publik di Indonesia yang perlu dievaluasi total.
Ketua Umum AMPKP, M. Ikbal, menegaskan bahwa keselamatan pasien seharusnya menjadi prioritas utama bagi setiap institusi medis. Ia menyatakan bahwa negara tidak boleh bersikap lamban, apalagi abai, dalam menangani kasus yang menyangkut nyawa manusia.
“Ini bukan sekadar kasus medis biasa, ini menyangkut nyawa warga negara. Jika negara diam, maka publik berhak mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap keselamatan rakyatnya,” tegas M. Ikbal dalam keterangannya, Senin (20/04/2026).
Menyikapi hal tersebut, AMPKP secara resmi mengajukan tiga tuntutan utama kepada pemerintah pusat. Pertama, mereka mendesak Kemenkes RI untuk segera membentuk tim investigasi independen dan membuka hasilnya secara transparan kepada publik tanpa ada kompromi.
Kedua, aliansi mahasiswa ini menuntut pencopotan Direktur Utama RSUP M. Djamil Padang. Langkah ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif atas lemahnya pengawasan yang berujung pada hilangnya nyawa pasien.
Ketiga, AMPKP meminta adanya proses hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu terhadap oknum tenaga medis jika terbukti melakukan kelalaian. Mereka menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh diselesaikan hanya melalui klarifikasi administratif belaka.
“Jangan sampai nyawa anak bangsa hilang tanpa kejelasan. Jika tidak ada tindakan tegas, maka ini akan menjadi preseden buruk bagi dunia kesehatan di Indonesia,” tambah Ikbal dengan nada bicara yang serius.
Lebih lanjut, AMPKP berkomitmen untuk mengawal kasus kematian Alceo hingga tuntas. Mereka bahkan membuka kemungkinan untuk membawa isu ini ke tingkat nasional guna mencegah adanya upaya penutupan fakta di lapangan.
“Kami tidak akan mundur. Jika perlu, kami akan membawa isu ini ke tingkat nasional agar tidak ada lagi upaya pembiaran atau penutupan fakta di lapangan,” pungkasnya menutup pernyataan.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina


