Hari Wanita Internasional 2026: Ketua TP PKK Bali Dorong Perempuan Ambil Peran Nyata
Denpasar, MZK News – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, memberikan pesan mendalam pada perayaan Hari Wanita Internasional 2026 di Hotel Maya, Sanur, Denpasar, Kamis (12/3/2026). Ia mengajak seluruh perempuan di Bali untuk tidak sekadar memperingati seremonial, melainkan mengambil tindakan nyata.
Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, Ny. Putri Koster menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga. Menurutnya, perempuan adalah tiang utama yang mampu membentuk karakter generasi muda di masa depan.
Perayaan tahun ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sejauh mana hak-hak perempuan telah terpenuhi di ranah publik. Bali pun berkomitmen untuk terus menciptakan ruang yang aman dan setara bagi perempuan untuk berkarya.
Pemberdayaan ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus yang disoroti dalam pertemuan tersebut. Ny. Putri Koster meyakini bahwa kemandirian finansial akan membuat posisi tawar perempuan semakin kuat di dalam struktur sosial.
“Perempuan Bali harus berani tampil dan memberikan kontribusi nyata. Kita bukan hanya pendamping, tapi penggerak utama dalam pembangunan daerah dan bangsa,” ujar Ny. Putri Koster di hadapan para undangan.
Selain aspek ekonomi, isu kesehatan mental dan fisik juga menjadi perhatian utama dalam pidatonya. Ia mengimbau para ibu untuk lebih peka terhadap asupan gizi keluarga guna mencegah masalah pertumbuhan anak seperti stunting.
Kerja keras perempuan dalam menjaga tradisi dan budaya Bali juga mendapatkan apresiasi tinggi. Sinergi antara pelestarian budaya dan modernisasi diharapkan dapat berjalan beriringan tanpa menghilangkan jati diri perempuan Bali.
Ia mengingatkan bahwa tantangan di era digital semakin besar, sehingga perempuan perlu meningkatkan literasi teknologi. Hal ini sangat krusial agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain di pasar global.
“Mari kita saling mendukung sesama perempuan. Jangan ada persaingan yang tidak sehat, melainkan kolaborasi untuk kemajuan bersama demi Bali yang lebih sejahtera,” tegasnya menutup sambutan.
Acara perayaan ini ditutup dengan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan komunitas perempuan dari berbagai lapisan. Semangat kemandirian dan aksi nyata diharapkan terus berkobar tidak hanya saat hari besar, tetapi dalam aktivitas harian.
Reporter: I Ketut Rudita
Editor: Martha Syaflina


